20 SMA/SMK-SLB di Kalsel Terdampak Banjir

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) ikut menghantam dunia pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mencatat puluhan sekolah jenjang SMA, SMK, hingga SLB terdampak genangan.

Kepala Disdikbud Kalsel Galuh Tantri Narindra mengatakan, identifikasi masih terus dilakukan, khususnya untuk sekolah swasta. Sementara ini, sekitar 20 sekolah negeri tercatat terdampak banjir.

“Kami sedang melakukan identifikasi SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 20 sekolah negeri, sementara sekolah swasta masih kami himpun datanya,” ujar Tantri, Jumat (9/1).

Banjir disebut berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Salah satunya di SMAN 3 Martapura yang ditinjau Disdikbud Kalsel pada Kamis (8/1/2026). Akses masuk sekolah terendam banjir setinggi 50 hingga 75 sentimeter.

Untuk mengurangi kerusakan, Disdikbud Kalsel melakukan pengamanan sarana dan prasarana sekolah. Meja dan kursi dievakuasi agar tidak terendam air.

“Kondisi banjir jelas memengaruhi aktivitas belajar. Di SMAN 3 Martapura, genangan hampir 70 sentimeter. Alhamdulillah, meja dan kursi berhasil diamankan sehingga tidak rusak,” katanya.

Tantri menegaskan, perbaikan sekolah terdampak banjir menjadi prioritas Disdikbud Kalsel pada 2026. Saat ini, pihaknya masih menghitung tingkat kerusakan serta kebutuhan anggaran perbaikan.

“Perbaikan sekolah terdampak menjadi prioritas kami tahun 2026. Saat ini masih dalam tahap penghitungan kerusakan dan alokasi anggaran,” ujarnya.

Data Disdikbud Kalsel mencatat sekolah terdampak banjir tersebar di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Dampaknya bervariasi, mulai dari genangan di halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas dan ruang praktik.

Sejumlah sekolah yang terdampak antara lain SLB Negeri 1 Amuntai, SMAN 3 Martapura, SMAN 1 Mataraman, SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, SMAN 1 Gambut, SMK Sungai Tabuk, SMK Kertak Hanyar, hingga SMK NU Ma’arif. Selain itu, SMAN 13 Banjarmasin, SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, dan SMK Harapan Bangsa juga terdampak.

Sementara itu, Disdikbud Kalsel memastikan tidak ada sekolah terdampak banjir di Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.

Selama banjir, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini diambil karena banyak rumah siswa juga terdampak banjir.

“Kami tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar. Karena itu, PJJ diterapkan, disertai relaksasi bagi sekolah, guru, dan peserta didik, termasuk soal absensi,” tutup Tantri.