BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendorong peningkatan transaksi non-tunai di lingkungan ASN melalui kegiatan Jalan Sehat #ASNbanggapakaiQRIS.
Kegiatan jalan sehat tersebut digelar di Amuntai, Jumat (9/1/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan digitalisasi sistem pembayaran QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel juga memperluas penggunaan QRIS Bank Kalsel yang terintegrasi dalam aplikasi AKSEL by Bank Kalsel.
Jalan sehat dihadiri langsung Bupati HSU H Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Sekretaris Daerah HSU, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran direksi Bank Kalsel, kepala divisi, pimpinan cabang, serta ASN di lingkungan Pemkab HSU.
Selain jalan sehat, kegiatan turut diramaikan dengan berbagai aktivasi layanan digital dan promo transaksi QRIS bagi peserta.
ASN dan masyarakat dapat menikmati kuliner UMKM dengan transaksi QRIS AKSEL senilai Rp62 melalui registrasi QR Code yang disediakan di lokasi.
Bank Kalsel juga menghadirkan aktivasi layanan Ready Cash dengan hadiah voucher Indomaret bagi 50 peserta pertama, serta membagikan doorprize dengan total hadiah mencapai Rp25 juta.
Bupati HSU H Sahrujani mengapresiasi inisiatif Bank Kalsel yang dinilai tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan dampak langsung bagi ASN dan masyarakat.
“Jalan sehat ini bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga sarana edukasi untuk mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS, sejalan dengan transformasi digital dan tata kelola keuangan yang lebih modern dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Kalsel dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.
“Melalui gerakan #ASNbanggapakaiQRIS, kami mendorong ASN menjadi pelopor transaksi non-tunai menggunakan QRIS Bank Kalsel yang terintegrasi di AKSEL, guna memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Fachrudin.






