Wali Kota Banjarmasin Pimpin Bersih Sungai Pangilun

Banjar Update43 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Tak sekadar memberi arahan dari atas, Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR turun langsung memimpin warga bergotong royong membersihkan Sungai Pangilun, Rabu (14/1) pagi.

Sungai Pangilun merupakan akses air tembus ke Sungai Tembikar di RT 27 RW 3, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Sejak pagi, warga dari berbagai RT di sekitar lokasi tampak bahu-membahu mengangkat sampah dan sedimentasi yang menyumbat aliran sungai.

Aksi bersih sungai ini melibatkan perwakilan warga dari RT 35, 50, 38, 5, 26, 8, 43, 9, 1, 31, 32, 25, 12, 45, hingga RT 24, serta anggota pemadam kebakaran setempat.

Untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses dari darat, BPBD Kota Banjarmasin bersama BPK Arwana menurunkan perahu lipat dan perahu motor.

Tim melakukan susur sungai sambil mengangkut sampah dan membersihkan sedimentasi di sejumlah lokasi rawan sumbatan.

Yamin mengatakan gotong royong ini merupakan upaya bersama menjaga fungsi sungai sebagai jalur drainase alami kota.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar sungai tetap bersih dan mampu menampung aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Sungai ini urat nadi kota. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya akan dirasakan semua. Banjir bisa ditekan, lingkungan juga jadi lebih sehat,” ujar Yamin di sela kegiatan.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak kembali membuang sampah ke sungai. Menurutnya, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini mendapat dukungan dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di antaranya DPUPR Kota Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, DPKP Kota Banjarmasin, serta Satpol PP Kota Banjarmasin.

Kehadiran lintas instansi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memperkuat sinergi dengan warga di lapangan.

Pemko Banjarmasin berencana terus menggencarkan kegiatan serupa di sejumlah titik sungai lain yang dinilai rawan terjadi penyumbatan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.