IKN Ukir Sejarah, Jadi Titik Perdana Pantau Hilal Ramadan

Banjar Update111 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Penentuan awal Ramadan tahun ini mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya, pemantauan hilal dilakukan dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Kalimantan Timur menyatakan tetap mengikuti keputusan pemerintah pusat dalam menetapkan awal puasa.

“Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri karena Indonesia luas dari Sabang sampai Merauke, jadi kita mengikuti pusat,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq dikutip dari Antara, Rabu (18/2).

Berdasarkan pemantauan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN berada di posisi minus 1,481 derajat.

Angka tersebut belum memenuhi kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Abdul Khaliq mengakui perbedaan metode hisab dan rukyatul hilal berpotensi memunculkan perbedaan awal puasa di sebagian masyarakat. Namun ia berharap hal itu tidak menjadi polemik.

“Momentum Ramadan seharusnya menjadi sarana mempererat persatuan dan mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Perwakilan BMKG Balikpapan, Muhammad Fathan, menjelaskan akurasi pengamatan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari ketinggian dan umur bulan hingga kondisi cuaca.

Meski langit cerah, keberadaan objek astronomis lain atau awan tebal bisa mengganggu visibilitas.

Seluruh hasil pemantauan kemudian dibahas dalam sidang isbat. Pemerintah menyiapkan 96 titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia guna memastikan data komprehensif.

Hasilnya, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2) besok.

Pemantauan hilal perdana di ibu kota baru itu juga disaksikan langsung Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.