Lahan Bandara Warukin Resmi Dipinjam

Banjar Update92 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, TABALONG – Langkah percepatan operasional Bandar Udara Warukin terus dikebut Pemkab Tabalong. Setelah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU), kini status lahan bandara seluas 111 hektare resmi dipinjam-pakaikan dari pemerintah pusat.

Penandatanganan perjanjian dan Berita Acara Serah Terima (BAST) dilakukan Bupati Tabalong HM Noor Rifani bersama Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Purnama Tioria Sianturi, Selasa (24/2/2026) di Jakarta.

Lahan yang dipinjam-pakaikan merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari aset eks PT Pertamina (Persero), berlokasi di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, dengan luas 1.110.000 meter persegi.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 32/MK/KN/2026 tentang pinjam pakai BMN dari aset eks Pertamina kepada Pemkab Tabalong.

Purnama mengatakan, skema pinjam pakai menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat layanan transportasi udara di daerah.

“Diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, serta menunjang kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang peningkatan status menjadi hibah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, DJKN menekankan pentingnya pengamanan aset secara yuridis, fisik, dan administratif agar tidak terjadi sengketa atau penguasaan ilegal.

Sementara itu, HM Noor Rifani menyebut penandatanganan ini sebagai momentum penting yang dinanti masyarakat.

Menurutnya, operasional kembali Bandara Warukin akan berdampak pada sedikitnya enam kabupaten di sekitar Tabalong. Waktu tempuh perjalanan darat yang sebelumnya mencapai 5–6 jam diharapkan bisa dipangkas signifikan lewat jalur udara.

Dokumen BAST akan segera diserahkan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai dasar penerbitan keputusan operasional. Pemkab menargetkan bandara mulai beroperasi kembali pada 2026 dan segera menjalin komunikasi dengan maskapai.

Ke depan, pengembangan infrastruktur juga disiapkan, termasuk perpanjangan landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan lebih besar dan memperkuat peran Warukin sebagai simpul konektivitas regional.