BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Akses jalan dari Banjarbaru menuju Kabupaten Tanah Bumbu terus dikebut pemerintah. Jalur alternatif yang diproyeksikan memangkas waktu tempuh hingga setengahnya itu diharapkan sudah lebih nyaman dilalui saat arus mudik Lebaran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, salah satunya ruas Banjarbaru menuju Tanah Bumbu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengatakan peningkatan jalan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Beberapa waktu lalu telah dilakukan penandatanganan MoU antara Gubernur, Dirjen Bina Marga, serta Bupati Kotabaru dan Bupati Tanah Bumbu terkait peningkatan jalan Banjarbaru menuju Tanah Bumbu,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis.
Menurut Suprapti, proses pengerjaan di lapangan sudah mulai berjalan. Perbaikan dan penanganan di sejumlah titik dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik antarwilayah.
Ia berharap akses jalan tersebut sudah lebih baik saat momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Sekarang sudah mulai berproses beberapa perbaikan dan penanganan jalan yang menghubungkan Banjarbaru ke Tanah Bumbu. Kita berharap nanti pada saat Lebaran aksesnya sudah bisa lebih baik dan lancar,” jelasnya.
Selain peningkatan jalan, pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lainnya guna memperkuat konektivitas wilayah di Kalsel.
Saat ini, perjalanan dari Banjarbaru menuju Batulicin, ibu kota Tanah Bumbu, dapat ditempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam melalui jalur alternatif. Sementara jika melewati jalur lama melalui Kabupaten Tanah Laut, waktu tempuh bisa mencapai 5 hingga 6 jam.
Pembangunan jalan alternatif sepanjang sekitar 320 kilometer tersebut menggunakan anggaran APBD Provinsi Kalimantan Selatan sekitar Rp800 miliar. Proyek ini mulai digagas pada 2016 dan mulai dikerjakan sejak 2019.






