Kondisi 49 Pelajar Banjar di Timur Tengah Terus Dipantau Imbas Perang Iran vs Israel-AS

Banjar Update, HEADLINE1057 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Ketegangan di Timur Tengah akibat konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat membuat pemerintah daerah waspada. Sebanyak 49 pelajar asal Kabupaten Banjar yang menempuh pendidikan di Mesir dan Yaman kini berada dalam pemantauan intensif Dewan Pendidikan setempat.

Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar menegaskan akan mengambil langkah cepat untuk memantau kondisi pelajar daerah yang tengah menempuh pendidikan di Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan konflik Iran-Israel-Amerika Serikat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani, menjelaskan, total terdapat 49 pelajar asal Banjar yang tengah menempuh pendidikan di kawasan tersebut. Sebagian merupakan penerima beasiswa pemerintah sejak 2023, sementara yang lain menempuh pendidikan secara mandiri.

“Dengan situasi yang cukup mencekam di Timur Tengah, kami berupaya memastikan anak didik kita tetap aman. Mereka adalah harapan besar daerah ke depan,” kata Sarwani, Senin (10/3/2026).

Pelajar asal Banjar tersebar di Mesir, termasuk Universitas Al-Azhar, dan wilayah Hadramaut di Yaman. Sarwani menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak kedutaan besar Indonesia di masing-masing negara sebagai jalur komunikasi resmi.

Menurut laporan sementara Bagian Kesejahteraan Rakyat, seluruh pelajar dalam kondisi baik. Namun, mengingat situasi politik dan keamanan yang tidak menentu, Dewan Pendidikan tetap menyiapkan tim terpadu untuk pemantauan dan mitigasi risiko.

Rincian penerima insentif pendidikan di Timur Tengah adalah sebagai berikut: pada 2023 terdapat 9 pelajar di Yaman dan 3 di Mesir; 2024 sebanyak 16 pelajar di Yaman; 2025, 4 pelajar di Yaman dan 14 di Mesir.

“Apapun kondisinya, mereka merupakan aset penting bagi Kabupaten Banjar. Setelah lulus, diharapkan mereka dapat kembali dan mengabdikan ilmu serta kemampuan untuk kemaslahatan daerah,” tutur Sarwani.

Langkah pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan respons cepat terhadap potensi risiko yang timbul akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani. Foto-Ist