Safari Ramadan Pemkab Kotabaru Sambangi Mekarpura, Pererat Silaturrahmi

Banjar Update1026 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, KOTABARU – Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru kembali bergulir. Kali ini, rombongan dipimpin Wakil Bupati Syairi Mukhlis menyambangi warga Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Sabtu (7/3/2026), untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Kedatangan Wakil Bupati Syairi Mukhlis bersama rombongan disambut hangat warga di Masjid Al-Musamahah. Turut mendampingi Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Syairi mengatakan Safari Ramadan merupakan agenda rutin pemerintah daerah setiap tahun. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.

“Safari Ramadan ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga kesempatan bagi kami menerima aspirasi masyarakat sekaligus berbagi melalui berbagai bantuan sosial,” ujar Syairi.

Ia menyebutkan sejumlah aspirasi yang disampaikan warga, khususnya terkait kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah. Aspirasi tersebut akan ditampung dan dimasukkan dalam rencana kerja pemerintah daerah.

“Masukan dari masyarakat akan kami susun dalam rencana kerja pemerintah daerah dan diselaraskan dengan visi misi pembangunan Kabupaten Kotabaru,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Syairi juga memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan pemerintah daerah, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan. Pada 2025, Pemkab Kotabaru telah menyalurkan bantuan sarana pendidikan bagi siswa mulai dari PAUD, SD hingga SMP di seluruh wilayah kabupaten.

Ia juga menyinggung rencana besar pembangunan jembatan penghubung daratan Kalimantan dengan Pulau Laut yang ditargetkan rampung pada 2028 atau 2029.

“Pulau Laut Tengah ini gerbang Kotabaru. Ketika jembatan penghubung selesai, dampaknya akan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut juga diyakini akan mendorong sektor pariwisata Kotabaru yang memiliki potensi wisata bahari, pegunungan, hingga wisata alam.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong program penerangan jalan umum (PJU) di seluruh desa agar kondisi jalan lebih terang pada malam hari.

“Tahun 2026 sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk PJU, dan tahun 2027 kembali disiapkan Rp15 miliar lagi,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Syairi menyampaikan pesan Bupati Kotabaru kepada para camat dan kepala desa agar terus menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

Sementara itu, Plt Camat Pulau Laut Tengah Chrisna Effendi mengatakan kecamatan tersebut memiliki tujuh desa dan seluruh kepala desa hadir dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru yang dinilai telah menghadirkan berbagai pembangunan di wilayahnya, termasuk program dapur makanan bergizi gratis dan pemasangan penerangan jalan dari Kotabaru hingga Tanjung Serdang.

Chrisna menambahkan pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan juga telah dimulai berdasarkan surat pemberitahuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, dengan masa pekerjaan 22 Desember 2025 hingga 31 Desember 2028 dan nilai kontrak sekitar Rp3 triliun.

“Ini bukti komitmen Bupati dan Wakil Bupati sehingga pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan Kalimantan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati bersama Sekretaris Daerah juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Di antaranya insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an Riyadhul Ulum, bantuan usaha ekonomi produktif dari Dinas Sosial, serta bantuan kesehatan berupa bingkisan untuk balita, remaja putri, dan ibu hamil dari Puskesmas Mekarpura.

Selain itu, bantuan juga diberikan berupa program rehabilitasi rumah dari Dinas Perkim serta paket sembako dari PDAM Kotabaru.

Melalui Safari Ramadan ini, Pemkab Kotabaru berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta memperkuat sinergi dalam membangun desa secara bersama.