Kuota Haji Kalsel 2026 Melonjak, Tembus 5 Ribu Jemaah

Banjar Update, HEADLINE1274 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARBARU – Kabar baik bagi calon jemaah haji di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kuota haji 2026 melonjak signifikan, membuka peluang lebih besar bagi warga yang sudah lama mengantre.

Kuota haji Provinsi Kalsel tahun 2026 meningkat tajam dari sekitar 3.500 orang menjadi sekitar 5.000-an jemaah pada musim haji 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kalsel H Syarifuddin menyebut kenaikan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang mengedepankan pemerataan antarprovinsi.

“Ini memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang sudah lama menunggu untuk berangkat haji,” ujarnya usai pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Kamis (17/3).

Ia memastikan seluruh kesiapan teknis pemberangkatan telah rampung. Berdasarkan informasi kementerian terkait, kesiapan operasional haji sudah mencapai 100 persen, termasuk jadwal keberangkatan yang rinci.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairany, menegaskan fasilitas di Asrama Haji juga telah siap, termasuk penerapan layanan One Stop Service. Melalui layanan ini, jemaah dapat menyelesaikan seluruh proses administrasi dalam satu tempat tanpa antre panjang.

Selain itu, pelayanan bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas menjadi prioritas. PPIH menyiapkan kamar serta fasilitas khusus untuk memudahkan mobilitas mereka.

“Petugas akan aktif mendatangi kamar jemaah lansia dan disabilitas untuk menyerahkan perlengkapan dan dokumen,” jelas Eddy.

Total jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin mencapai sekitar 6.800 orang dalam 19 kloter. Rinciannya, 5.128 jemaah asal Kalsel (14 kloter) dan sekitar 1.500 jemaah asal Kalimantan Tengah (5 kloter).

Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 Mei 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 24 Mei 2026 pukul 00.05 WITA.

Untuk mengantisipasi risiko kesehatan, terutama pada jemaah lansia, pemeriksaan ketat telah dilakukan sejak di daerah asal. Tim medis juga disiagakan guna memastikan jemaah dapat berangkat dan beribadah dengan optimal.

Sebanyak 125 petugas haji turut dikukuhkan, terdiri dari 23 orang berdasarkan SK Menteri Agama, 73 orang dari SK Kanwil, dan 25 orang dari Petugas Haji Daerah (PHD).

Dengan berbagai persiapan tersebut, seluruh jemaah diharapkan dapat berangkat dalam kondisi sehat dan menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.