Dari Musda V ke Pileg 2029, Demokrat Kalsel Siapkan Strategi Langit Biru

Banjar Update, HEADLINE1680 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem berbasis data bernama “Langit Biru” untuk menjaring calon legislatif potensial dan memetakan kekuatan partai di daerah.

Strategi tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel Rully Rozano usai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Kalsel di Banjarmasin, Sabtu malam (30/5).

Menurut Rully, sistem Langit Biru menjadi bagian dari upaya Demokrat bertransformasi sebagai partai modern yang mengandalkan data dalam menyusun strategi politik dan rekrutmen kader.

“Salah satu strategi kami, Demokrat sekarang adalah partai modern. Kami menggunakan sistem yang berbasis database. Kami punya sistem yang namanya Langit Biru untuk mengukur sejauh mana calon-calon yang akan maju memiliki potensi dukungan pemilih,” ujarnya.

Rully yang mencalonkan diri jadi Ketua DPD pada Musda Demokrat ini menjelaskan, sistem tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menyeleksi figur-figur yang memiliki peluang besar memenangkan kontestasi legislatif pada Pemilu 2029. Langit Biru juga disebut terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan membangun Partai Demokrat.

“‘Langit Biru’ terbuka untuk masyarakat yang ingin bergabung. Siapa pun yang ingin kembali membangun Demokrat bersama-sama, kami persilakan,” katanya.

Penerapan strategi itu sejalan dengan target yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat kepada pengurus Kalsel. Rully mengaku mendapat target merebut dua kursi DPR RI, meningkatkan kursi DPRD Provinsi Kalsel dari tiga menjadi delapan kursi, serta menambah kursi DPRD kabupaten/kota dari 28 menjadi 48 kursi.

“Saya juga sudah diberikan target minimal dua kursi DPR RI, kemudian delapan kursi di provinsi yang tadinya tiga kursi, kemudian di kabupaten/kota yang tadinya 28 menjadi 48 kursi,” ujarnya.

Meski mengakui target tersebut tidak mudah dicapai, Rully optimistis Demokrat mampu kembali menjadi kekuatan politik besar di Banua. Ia mengingatkan Demokrat pernah meraih puncak kejayaan pada Pemilu 2009 dengan memperoleh dua kursi DPR RI dan sembilan kursi DPRD Provinsi Kalsel.

Saat itu, Demokrat berhasil merebut masing-masing satu kursi DPR RI dari dua daerah pemilihan (dapil) di Kalsel. Dari Dapil Kalsel I, Demokrat mengantarkan Taufiq Effendi ke Senayan. Sementara dari Dapil Kalsel II, kursi DPR RI diraih Asfihani. Keduanya menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.

“Saya pikir ini bukan pekerjaan mudah karena partai lain tentu tidak tinggal diam. Tapi saya yakin karena kami tidak berangkat dari nol lagi. Tahun 2009 kita pernah menjadi pemenang di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan Musda VI Demokrat Kalsel bukan sekadar agenda memilih ketua DPD. Menurutnya, Musda menjadi titik awal konsolidasi partai untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Musda ini bukan hanya untuk memilih pimpinan DPD. Lebih dari itu, ini adalah tonggak awal untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2029,” ujar Herman.

Herman mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan tiga arahan utama kepada seluruh kader, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan.

Dengan konsolidasi organisasi yang diperkuat hingga tingkat bawah serta dukungan strategi berbasis data melalui Langit Biru, Demokrat Kalsel berharap dapat mengulang kejayaan masa lalu dan kembali menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kalsel pada Pemilu 2029.