Bank Kalsel Sandang Status Bank Devisa, Siap Dorong Ekonomi Regional ke Pasar Global

Ekbis75 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel resmi memasuki babak baru dalam sejarah perjalanannya dengan diluncurkannya layanan Bank Devisa pada Senin (22/6/2026).

Status baru tersebut menjadi tonggak penting bagi Bank Kalsel dalam memperluas layanan perbankan hingga mencakup transaksi keuangan internasional.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan sistem dan infrastruktur, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pemenuhan seluruh ketentuan regulator.

“Hari ini merupakan salah satu tonggak sejarah baru bagi Bank Kalsel. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, akhirnya Bank Kalsel secara resmi hadir sebagai Bank Devisa yang menghadirkan layanan perbankan dalam valuta asing,” ujar Fachruddin dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selaku Pemegang Saham Pengendali, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Dewan Komisaris, jajaran direksi, hingga seluruh pegawai Bank Kalsel.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses ini sejak awal hingga Bank Kalsel resmi menjadi Bank Devisa,” katanya.

Dengan status tersebut, Bank Kalsel kini mampu memberikan berbagai layanan transaksi internasional, seperti tabungan, giro, dan deposito valuta asing, layanan jual beli valuta asing, pengiriman dan penerimaan dana internasional (remittance), bank notes, serta pengembangan layanan internasional lainnya secara bertahap.

Fachruddin menjelaskan, layanan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan, mulai dari pelaku usaha ekspor-impor, investor, jamaah umrah dan haji, pelajar di luar negeri, hingga masyarakat umum yang memiliki kebutuhan transaksi keuangan internasional.

“Bank Kalsel ingin menghadirkan solusi finansial yang efektif dan efisien bagi masyarakat. Kehadiran layanan devisa ini akan memberikan kemudahan dalam mendukung aktivitas ekonomi yang semakin terhubung dengan pasar global,” ujarnya.

Ia menegaskan, predikat sebagai Bank Devisa bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Kepercayaan yang diberikan regulator dan masyarakat akan kami jawab dengan pelayanan yang profesional, tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang prudent, serta inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ke depan, Bank Kalsel akan terus memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan produk sesuai kebutuhan nasabah, serta memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan di dalam maupun luar negeri.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, lanjut Fachruddin, Bank Kalsel berkomitmen menjadi motor penggerak perekonomian regional melalui dukungan terhadap peningkatan investasi, perdagangan internasional, serta penguatan daya saing pelaku usaha daerah.

“Kami berharap layanan Bank Devisa ini menjadi salah satu instrumen yang mampu membuka akses ekonomi Kalimantan Selatan ke pasar global. Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dunia usaha, dan Bank Kalsel menjadi kunci agar ekonomi Banua semakin kuat, modern, dan kompetitif,” pungkasnya.