Hingga Mei 2026, BRI Samarinda Salurkan KUR Rp 247,2 Miliar ke 3.911 UMKM

Ekbis46 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, SAMARINDA – BRI Cabang Samarinda Gajah Mada menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 247,2 miliar hingga Mei 2026. Dana tersebut disalurkan kepada 3.911 debitur sebagai upaya mendorong pertumbuhan dan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemimpin Cabang BRI Samarinda Gajah Mada, Budhy Triadi, mengatakan penyaluran KUR difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, akses pembiayaan yang lebih mudah melalui KUR memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal.

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan,” ujar Budhy.

Ia menjelaskan, dukungan BRI tidak hanya berupa penyaluran modal usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan edukasi keuangan agar para pelaku UMKM mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan.

Budhy menyebut langkah tersebut sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan.

“Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

BRI juga terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, kami optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal,” tambahnya.

Ke depan, BRI Samarinda Gajah Mada akan terus mengoptimalkan penyaluran KUR pada sektor produktif agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya melalui modal usaha, tetapi juga pelatihan dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha agar melek digital sehingga usahanya dapat berkembang dan naik kelas,” tegas Budhy.