BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Fasilitas kran air minum gratis milik PAM Bandarmasih di kawasan depan Balai Kota Banjarmasin diduga disalahgunakan pedagang. Fasilitas itu diduga digunakan untuk mencuci wadah dan peralatan jualan setelah kegiatan di panggung Balai Kota, Senin (15/6/2026).
Pemandangan tersebut mengundang perhatian sejumlah warga yang menilai fungsi utama fasilitas air minum publik harus dijaga agar tetap higienis dan nyaman digunakan oleh masyarakat luas.
Salah seorang warga Kuin, Andi, mengaku prihatin melihat kran air minum dimanfaatkan untuk mencuci berbagai perlengkapan dagangan. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mengurangi kebersihan fasilitas yang setiap hari digunakan warga.
“Saya melihat langsung setelah acara selesai ada yang mencuci wadah jualan di kran air minum itu. Padahal fasilitas tersebut disediakan untuk masyarakat yang ingin minum, bukan untuk mencuci peralatan. Kalau dibiarkan terus, tentu kebersihannya bisa terganggu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fahlevi, warga Antasan Kecil Timur. Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah dan PAM Bandarmasih.
“Ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga soal kesadaran pengguna. Kalau semua orang menggunakan sesuai peruntukannya, fasilitas ini bisa bertahan lama dan tetap nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Menurut Fahlevi, keberadaan kran air minum gratis di ruang publik merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Namun, ia menilai perlu adanya edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami fungsi fasilitas tersebut dan ikut menjaganya.
“Sayang sekali kalau fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya tidak sedikit justru digunakan untuk hal yang bukan peruntukannya. Perlu sosialisasi dan mungkin sesekali ada petugas yang mengingatkan agar masyarakat lebih tertib,” pungkasnya.
Penulis: El Muhammad






