Aksi Protes Memanas! Massa Tumpahkan Batu Bara di Depan Kantor PLN, Desak Akhiri Krisis Listrik Kalsel

Banjar Update55 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN — Gelombang kemarahan masyarakat Kalimantan Selatan terhadap krisis pemadaman listrik yang tak kunjung berakhir kembali meluap. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Rabu (29/7/2026), menuntut kepastian sekaligus solusi nyata atas pemadaman bergilir yang terus menghantui warga.

Sejak aksi dimulai, para orator bergantian melontarkan kritik tajam kepada PLN. Mereka menilai perusahaan listrik negara tersebut belum mampu memberikan langkah konkret untuk mengakhiri krisis listrik yang telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah seorang orator perempuan, Alin, menyoroti kebijakan PLN yang membagikan lampu darurat kepada warga terdampak. Menurutnya, bantuan tersebut sama sekali tidak menyentuh persoalan utama yang dihadapi masyarakat.

“Kalau memang mau membantu masyarakat, jangan cuma membagikan lampu emergency. Panas! Kenapa bukan genset saja? Yang terdampak ini UMKM dan seluruh masyarakat. Jangan kasih solusi yang nyeleneh. Lampu emergency buat apa kalau kipas angin pun tidak bisa dipakai,” tegas Alin di hadapan jajaran manajemen PLN dan aparat keamanan.

Suasana aksi semakin memanas ketika orator lainnya yang mengenakan kaus bertuliskan “PLN Pandustaan Listrik Nyala” menantang manajemen PLN untuk berani menemui masyarakat dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab serta penyelesaian krisis listrik yang terus berulang.

Menurutnya, masyarakat sudah lelah mendengar alasan tanpa kepastian penyelesaian.

“Masyarakat tidak menutup mata dan tidak menutup telinga. Kami ingin bukti nyata dari PLN. Apakah hari ini PLN takut menghadapi suara masyarakat Kalimantan Selatan? Ingat, GM, manajemen, hingga seluruh pejabat PLN juga bagian dari masyarakat Kalimantan Selatan,” serunya yang disambut sorakan para peserta aksi.

Aksi demonstrasi mencapai puncaknya saat massa melakukan aksi simbolis dengan membongkar karung berisi batu bara dan menumpahkannya tepat di depan gerbang Kantor PLN UP3 Banjarmasin. Batu bara tersebut kemudian dikumpulkan dan diserahkan kepada pimpinan serta jajaran manajemen PLN yang menemui para demonstran.

Bagi massa, aksi tersebut merupakan sindiran keras terhadap persoalan pasokan energi yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab terganggunya suplai listrik di Kalimantan Selatan.

“Kami sumbangkan batu bara kepada PLN. Katanya PLN sedang kekurangan batu bara. Silakan diterima, Pak. Ini bentuk kepedulian kami agar batu bara ini bisa dimanfaatkan,” ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.

Sepanjang aksi berlangsung, berbagai spanduk berisi tuntutan dibentangkan di badan jalan. Meski diwarnai orasi bernada keras dan penuh emosi, demonstrasi tetap berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Penulis :El Muhammad