Ikan Mati Massal, Tim Gabungan di Banjar Turun Bersihkan Sungai

Banjar Update89 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Ribuan bangkai ikan memenuhi aliran Sungai Arfat di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Kondisi itu memicu bau menyengat dan menurunkan kualitas air, sehingga Pemkab Banjar langsung mengerahkan tim gabungan untuk membersihkan sungai sekaligus membantu kebutuhan warga.

Penanganan dilakukan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah, Kamis (9/7). Tim gabungan terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), DPRKPLH, serta instansi terkait lainnya.

Petugas bergotong royong mengevakuasi bangkai ikan yang mengapung di Sungai Arfat guna mengurangi pencemaran dan mengembalikan kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hari ini kami bersama seluruh SKPD terkait hadir untuk menjawab keluhan masyarakat. Masing-masing perangkat daerah menjalankan perannya agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” kata Ikhwansyah.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus menangani kondisi darurat, tetapi juga akan menyiapkan langkah jangka panjang. Pasalnya, berdasarkan keterangan warga dan pemerintah desa, kematian ikan massal hampir terjadi setiap tahun.

Karena itu, Pemkab Banjar akan mengoordinasikan seluruh instansi terkait untuk menyusun langkah penanganan yang lebih terintegrasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Selain membersihkan sungai, tim juga memantau kondisi perairan dan mengidentifikasi penyebab kematian ikan massal. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penanganan ke depan.

Di sisi lain, Pemkab Banjar memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi. Pemerintah telah berkoordinasi dengan PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) untuk mempercepat distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Penyaluran air bersih turut dibantu Relawan Buser 690 dari unsur Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang mengerahkan mobil tangki. Kolaborasi pemerintah, perusahaan daerah, dan relawan diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak kematian ikan massal sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.