Kotabaru Bentuk Tim Percepatan Turunkan Angka Kematian Ibu

Banjar Update42 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi sebagai upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Kamis (9/7/2026).

Tim yang dibentuk melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) itu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan mitra kesehatan. Kegiatan berlangsung di Ruang Koordinasi Baperida Kotabaru.

Hadir dalam pembentukan tim tersebut perwakilan Diskominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta sejumlah mitra kesehatan.

Tim ini dibentuk untuk menyelaraskan perencanaan, kebijakan, dan penganggaran lintas sektor agar program kesehatan ibu dan reproduksi berjalan terintegrasi dan tepat sasaran.

Kabid Perencanaan Sosial Budaya, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Baperida Kotabaru, Hj Rakhmawaty, mengatakan tim tersebut akan mengakomodasi sekaligus mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan ibu.

“Kita semua tahu, dalam beberapa tahun terakhir Kotabaru masuk dalam tiga besar daerah dengan Angka Kematian Ibu tertinggi di tingkat provinsi. Melalui tim ini kita berharap tren AKI di Kabupaten Kotabaru dapat terus menurun,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen bersama agar pelayanan kesehatan ibu di Kotabaru semakin baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru yang diwakili Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Akhmad Saleh, mengatakan pembentukan tim menjadi langkah penting untuk mempercepat penurunan AKI.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir Kotabaru tercatat sebagai daerah dengan Angka Kematian Ibu tertinggi di Kalimantan Selatan sehingga memerlukan penanganan yang lebih terpadu.

“Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan, seperti melibatkan dokter spesialis tidak hanya di rumah sakit rujukan, tetapi juga di puskesmas untuk penanganan ibu hamil,” katanya.