Panjat Tebing Banjarmasin Bangkit! Puluhan Usia Dini Serbu Latihan Perdana, FPTI Bidik Lahirkan Atlet Juara

Banjar Update48 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – GOR Hasanudin HM Banjarmasin dipenuhi semangat dan keceriaan, Selasa (21/7/2026) sore. Puluhan anak usia dini didampingi orang tua mereka memadati arena latihan untuk mengikuti latihan perdana panjat tebing yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Banjarmasin.

Antusiasme yang membludak ini menjadi angin segar bagi kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Seribu Sungai. Program pembinaan usia dini tersebut menjadi langkah awal FPTI Banjarmasin dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus mengembalikan kejayaan panjat tebing Banjarmasin di tingkat provinsi hingga nasional.

Ketua FPTI Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengaku terkejut melihat tingginya minat masyarakat. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir pada latihan perdana jauh melampaui perkiraan.

“Sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR untuk memajukan olahraga, khususnya panjat tebing, hari ini kami memantau langsung anak-anak yang berlatih. Luar biasa melihat anak-anak datang didampingi orang tuanya. Kami tidak menyangka pesertanya sebanyak ini dan semangat mereka sangat luar biasa,” ujarnya.

Zoel yang sering disapa itu, menilai tingginya animo masyarakat menjadi pertanda bahwa panjat tebing mulai mendapat tempat sebagai olahraga yang tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga karakter, keberanian, disiplin, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.

Ia menegaskan, pembinaan sengaja dimulai sejak usia dini karena pada masa tersebut kemampuan motorik, koordinasi, keseimbangan, dan keberanian anak lebih mudah dikembangkan. Karena itu, materi latihan difokuskan pada penguasaan teknik dasar sebelum memasuki tahapan prestasi.

“Anak-anak tidak langsung diajarkan memanjat lintasan yang sulit. Mereka terlebih dahulu dikenalkan teknik pijakan kaki, cara memegang handhold dengan benar, menjaga keseimbangan tubuh, hingga membangun keberanian bergerak di dinding. Fondasi ini sangat penting agar ketika memasuki usia prestasi mereka memiliki teknik yang baik dan terhindar dari cedera,” jelasnya.

Seluruh proses latihan, lanjutnya, dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan. Setiap peserta menggunakan perlengkapan standar seperti harness dan helm serta didampingi pelatih bersertifikat.

Zazuli optimistis, melalui pembinaan berjenjang ini, FPTI Banjarmasin akan kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Ini adalah upaya kami mencari bibit unggul atlet FPTI Banjarmasin. Sudah cukup lama kita tidak melahirkan atlet berprestasi. Mudah-mudahan melalui program ini prestasi panjat tebing Banjarmasin kembali bangkit, sesuai semboyan kami, Maju Prestasinya, Sejahtera Atletnya,” pungkasnya.

Penulis : El Muhammad