BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin tancap gas mengendalikan banjir. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperluas kawasan resapan air melalui pengerukan Pulau Insan dan normalisasi Sungai Belitung.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR meninjau langsung pengerukan kawasan Pulau Insan di Jalan Zafri Zamzam, Banjarmasin Barat, Jumat. Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir sekaligus optimalisasi aset daerah.
“Pulau Insan ini aset lama Pemkot yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Padahal lokasinya sangat strategis dan sayang jika dibiarkan,” ujar Yamin.
Menurut Yamin, penataan Pulau Insan tidak hanya diarahkan sebagai destinasi wisata kota, tetapi juga difungsikan sebagai ruang retensi dan penampungan air untuk menekan genangan di wilayah Rawasari, Kerokan, hingga Sungai Sutoyo.
“Ke depan Pulau Insan kita jadikan tempat wisata sekaligus ruang retensi air. Karena itu pengerukan kita maksimalkan,” katanya.
Material hasil pengerukan, lanjut Yamin, tidak dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali untuk penataan kawasan agar lebih hijau dan bernilai estetika.
“Hasil pengerukan akan kita gunakan untuk penataan dan taman di kawasan Pulau Insan. Mohon doa dan dukungan seluruh warga,” ucapnya.
Usai dari Pulau Insan, Yamin melanjutkan peninjauan ke Sungai Belitung untuk melihat progres pengerukan sungai sebagai bagian dari normalisasi aliran air.
Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin Syafiq Huwaida menjelaskan, pengerukan Sungai Belitung bertujuan meningkatkan kapasitas tampung sungai agar aliran air lebih lancar, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pengerukan ini untuk mengembalikan fungsi sungai agar tidak mudah meluap. Ini langkah preventif pengendalian genangan di kawasan sekitar,” jelas Syafiq.
Pemkot Banjarmasin berharap normalisasi sungai dan penataan Pulau Insan dapat memberikan manfaat ganda, mulai dari pengendalian banjir hingga pengembangan ruang terbuka hijau dan wisata kota.






