Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa, OJK Beri Waktu 6 Bulan

Ekbis, HEADLINE190 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel resmi naik kelas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menunjuk bank milik daerah ini sebagai Bank Devisa, membuka peluang besar pengelolaan transaksi internasional bernilai ratusan triliun rupiah.

Status Bank Devisa tersebut sebenarnya telah disandang Bank Kalsel sejak 31 Desember 2025. Namun, OJK masih memberi waktu transisi agar seluruh persiapan teknis dan manajemen risiko benar-benar matang sebelum operasional dijalankan penuh.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan Bank Kalsel diberi tenggat tiga hingga enam bulan untuk menyempurnakan kesiapan.

“Kami memberikan rentang waktu tiga sampai enam bulan agar persiapan benar-benar siap dan tidak menimbulkan risiko baru,” ujar Agus melalui keterangan resminya dikutip, Sabtu (17/1).

Menurut Agus, percepatan sangat diperlukan karena tingginya minat pelaku usaha di Banua. Sejumlah pengusaha dan industri besar disebut telah siap memanfaatkan layanan transaksi valuta asing melalui Bank Kalsel.

Potensi bisnisnya pun terbilang jumbo. Berdasarkan kajian OJK bersama konsultan, nilai transaksi devisa yang berpotensi dikelola Bank Kalsel bisa mencapai Rp400 triliun.

Peluang ini semakin terbuka lebar seiring kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Sumber Daya Alam (DHE SDA). Sesuai aturan Kemenko, setiap transaksi ekspor wajib menempatkan 100 persen devisa di dalam negeri dan menahannya minimal tiga bulan.

“Kondisi ini menjadi peluang emas bagi Bank Kalsel untuk mengembangkan produk perbankan yang relevan,” jelas Agus.

Salah satu skema yang disiapkan adalah back-to-back loan. Melalui skema ini, eksportir tetap bisa memperoleh pembiayaan meski dananya ditahan, dengan simpanan devisa dijadikan jaminan kredit.

Dengan status baru sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel tak hanya memperkuat perannya di daerah, tetapi juga berpeluang menjadi pemain strategis dalam mendukung perdagangan internasional dan ekonomi nasional.

 

Tinggalkan Balasan