BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2025.
Realisasi pendapatan negara menembus Rp899,13 miliar atau 508,18% dari target APBN 2025 sebesar Rp176,93 miliar.
Kepala Kanwil DJBC Kalbagsel Dwijo Muryono mengatakan lonjakan penerimaan terutama ditopang sektor Bea Keluar (BK) dan Cukai.
“Realisasi Bea Keluar mencapai Rp840,32 miliar dari target Rp117,83 miliar atau 713,15%. Sementara cukai terealisasi Rp7,59 miliar, jauh di atas target Rp0,93 miliar atau 812,97%,” kata Dwijo dikutip dari Antara, Jumat (23/1).
Dari sisi unit kerja, capaian tertinggi dibukukan KPPBC Kotabaru dengan realisasi 611,92%, disusul KPPBC Banjarmasin sebesar 127,87%.
Dwijo menyebut tren penerimaan bulanan konsisten berada di atas proyeksi, khususnya menjelang akhir tahun.
Pada sektor perdagangan internasional, produk sawit masih menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Selatan dan Tengah dengan porsi 99,64% dari total komoditas yang dikenakan Bea Keluar.
Komoditas utama meliputi CPO dan turunannya, bungkil, serta produk kayu olahan.
China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai sekitar Rp2,34 triliun, diikuti Singapura Rp2,26 triliun dan Amerika Serikat Rp2,07 triliun.
Negara tujuan lainnya antara lain Pakistan, Brasil, Malaysia, dan Belanda.
Volume ekspor tertinggi tercatat pada Agustus sebesar 320,2 ribu ton, sementara devisa ekspor terbesar diraih September mencapai Rp3,06 triliun.
Aktivitas impor berfluktuasi dengan volume tertinggi pada Desember sebesar 180 ribu ton, namun neraca perdagangan wilayah Kalbagsel tetap mencatat surplus kuat.
Hingga Desember 2025, surplus perdagangan tercatat 12.433 meski secara tahunan turun 15,51%.
Selain bea dan cukai, Kanwil DJBC Kalbagsel juga mengelola penerimaan lainnya sebesar Rp6,42 triliun. Kontributor terbesar berasal dari PPN impor Rp2,15 triliun, PPh Pasal 22 ekspor Rp1,67 triliun, serta Dana Sawit Rp1,25 triliun.
PPN HT/DN juga melonjak tajam hingga 20.000% secara tahunan, dari Rp4,3 miliar pada 2024 menjadi Rp864,4 miliar di 2025.
Capaian ini menjadi modal Kanwil DJBC Kalbagsel untuk terus memperkuat fungsi penerimaan negara sekaligus memfasilitasi perdagangan demi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.











