BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar yang diproyeksikan mampu memangkas hingga 70 persen potensi banjir tahunan di kawasan tersebut.
Kepastian percepatan proyek itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (9/1). Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menangani banjir yang kerap melanda wilayah Kalsel.
Dody menjelaskan, banjir yang merendam Kabupaten Banjar selama lebih dari sebulan dipicu oleh kombinasi pasang air laut dan terganggunya aliran Sungai Martapura. Akibatnya, air dari sungai-sungai kecil tidak dapat mengalir secara optimal.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah menyiapkan Bendungan Riam Kiwa sebagai infrastruktur pengendali banjir. Proyek ini sempat tertahan akibat persoalan pembebasan lahan yang baru tuntas pada akhir 2024.
“Perencanaannya sudah lama. Kendala lahan baru selesai akhir 2024. Mudah-mudahan tahun ini pekerjaan fisik bisa segera dimulai,” ujar Dody.
Bendungan Riam Kiwa ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Saat beroperasi, bendungan ini diproyeksikan mampu mereduksi hingga 70 persen potensi banjir di Kabupaten Banjar dan wilayah sekitarnya.
Gubernur Kalsel Muhidin menyatakan Pemprov Kalsel telah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) III Kalimantan terkait penanganan pascabanjir. Hasil kajian menunjukkan Sungai Alalak dan Sungai Martapura memegang peran penting dalam pengendalian banjir di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.
Namun, kondisi kedua sungai tersebut saat ini mengalami sedimentasi dan penyempitan yang menghambat aliran air menuju Sungai Barito. Karena itu, Pemprov Kalsel berencana melakukan normalisasi Sungai Alalak, Sungai Martapura, serta sungai-sungai besar lainnya di wilayah Kalsel.
Sementara itu, data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir di delapan kabupaten/kota mulai berangsur surut. Meski begitu, Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara masih menjadi wilayah terparah karena banjir belum surut selama lebih dari sebulan. Di kawasan pesisir Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, banjir rob juga masih terjadi.
Bendungan Riam Kiwa berlokasi di Desa Angkipih dan Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Waduk ini memiliki luas genangan 654,04 hektare dengan volume tampungan 90,51 juta meter kubik. Bendungan bertipe urugan batu inti tegak ini memiliki tinggi 51 meter, lebar puncak 8 meter, dan panjang puncak 490 meter.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kapasitas reduksi 225,8 m³ per detik, Bendungan Riam Kiwa juga bersifat multipurpose. Manfaatnya meliputi penyediaan air baku 4,5 m³ per detik, irigasi 1.800 hektare, pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 6 MW, hingga potensi pengembangan pariwisata. Kontrak pembangunan dimulai pada 18 Desember 2023 dan ditargetkan selesai November 2027.
Selain Bendungan Riam Kiwa, Kementerian PU juga menandatangani kontrak pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bendungan ini memiliki luas genangan 52,92 hektare dengan volume tampungan 3,016 juta meter kubik dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.






