BI: Kalsel Punya Peluang Ngebut lewat Hilirisasi

Ekbis, HEADLINE105 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Bank Indonesia (BI) melihat Kalimantan Selatan (Kalsel) punya peluang besar untuk tancap gas mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah lewat transformasi struktural berbasis produktivitas dan peningkatan nilai tambah.

Transformasi ini dinilai krusial agar pertumbuhan ekonomi Kalsel lebih berkelanjutan, mengingat perekonomian daerah masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, mengatakan Kalsel memiliki keunggulan komparatif di sektor pertambangan dan pertanian yang perlu didorong menjadi keunggulan kompetitif.

“Kontribusi sektor pertambangan mencapai 29,47 persen, sementara sektor pertanian sebesar 11,55 persen terhadap perekonomian daerah,” ujar Fadjar dikutip, Sabtu (31/1).

Sementara itu, kontribusi industri pengolahan yang masih di level 10,9 persen menunjukkan masih terbuka lebar ruang penguatan struktur ekonomi daerah untuk menarik investasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Fadjar menjelaskan, Indonesia tercatat sebagai produsen batu bara terbesar ketiga dunia pada 2023. Kalimantan menjadi wilayah dengan cadangan dan sumber daya batu bara terbesar, mencapai 62,73 persen dari total nasional, termasuk Kalsel.

Berdasarkan hasil simulasi, umur cadangan batu bara di Kalimantan diperkirakan masih sekitar 90 tahun ke depan, sehingga berpotensi menopang pengembangan hilirisasi dalam jangka panjang.

Sejalan dengan itu, hilirisasi batu bara dinilai menjadi strategi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah melalui penguatan sektor industri pengolahan.

Melalui hilirisasi, batu bara tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi yang memperkuat struktur industri daerah.

Pemerintah juga berencana melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada awal 2026 di tiga lokasi di Kalimantan, termasuk Kalsel.

Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 8,1 persen, Fadjar menilai diperlukan strategi baru agar investasi tumbuh lebih efisien dan produktif dengan orientasi pada kualitas dan nilai tambah.

Penguatan hilirisasi industri diyakini mampu menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), meningkatkan efisiensi investasi, serta memperkuat basis industri pengolahan daerah.

Selain itu, reformasi struktural melalui penguatan tata kelola, kelembagaan, kebijakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kawasan industri dan infrastruktur pertanian menjadi kunci transformasi ekonomi Kalsel ke depan.

Sebuah tongkang batu bara melintas Sungai Barito di Banjarmasin. Foto-banjarupdate.com

Tinggalkan Balasan