Duh, 926 Sekolah di Kalsel Rusak Akibat Banjir

Berita28 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 926 sekolah di Kalimantan Selatan rusak akibat banjir. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel terus melakukan pembaruan data untuk memastikan percepatan penanganan dan penyaluran bantuan.

​Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 926 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, mengalami kerusakan akibat banjir.

​“Total sekolah terdampak itu ada 926, terdiri dari negeri dan swasta dari setiap jenjang. Rinciannya, PAUD sebanyak 372, SD 421, SMP 83, serta SMA dan SMK sederajat sebanyak 50 sekolah,” ujar Tantri saat ditemui usai mengikuti rapat daring bersama Kemendikdasmen RI di Banjarbaru, Jum’at (9/1/2026).

​Ia menjelaskan, selain infrastruktur, dampak banjir juga dirasakan langsung oleh para peserta didik. Khusus untuk jenjang SMA dan SMK, tercatat sekitar 700 siswa yang terdampak secara ekonomi dan fasilitas belajar. Banyak di antara mereka yang kehilangan perlengkapan sekolah seperti tas, seragam, hingga buku-buku pelajaran.

​Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Fokus utama dari koordinasi ini adalah alokasi anggaran untuk program revitalisasi sekolah yang akan diprioritaskan pada tahun 2026.

​“Fokus dari Kemendikdasmen sendiri, mereka ada alokasi anggaran untuk revitalisasi, khususnya prioritas tahun 2026 adalah sekolah yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.

​Tak hanya perbaikan fisik bangunan, Disdikbud Kalsel juga berkomitmen untuk turun langsung memberikan bantuan kepada para siswa yang terdampak. Bantuan berupa perlengkapan sekolah diharapkan dapat membangkitkan semangat para siswa untuk kembali belajar.

​“Kami nanti akan turun langsung memberikan bantuan langsung kepada siswa yang terdampak, karena kami dengar ada yang kehilangan tas sekolah, seragam, hingga buku-buku. Harapannya, mereka bisa lebih bersemangat kembali ke sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa,” pungkas Tantri.

Sumber: MC Kalsel

Tinggalkan Balasan