BANJARUPDATE.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses menjaga stabilitas harga barang dan jasa di awal tahun 2026. Alih-alih naik, Kalsel justru mencatatkan penurunan harga sebesar 0,03 persen pada pekan ketiga Januari.
“Alhamdulillah, posisi kita stabil bahkan terjadi penurunan 0,03 persen. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov Kalsel, Miftahul Chair dikutip dari Antara, Selasa (20/1/2026).
Meski inflasi melandai, Pemprov Kalsel mulai pasang kuda-kuda menghadapi periode angkutan Lebaran yang diprediksi jatuh pada Februari-Maret 2026. Sektor transportasi udara menjadi perhatian utama karena risiko lonjakan harga tiket pesawat.
Chair menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait aturan tarif batas atas (TBA). Ia berharap kebijakan subsidi, termasuk PPN yang ditanggung pemerintah, tetap berjalan untuk menekan harga.
Senada, Kepala Biro Perekonomian Setda Prov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, meminta maskapai patuh pada regulasi harga. Di sisi lain, ia mengimbau warga Kalsel untuk lebih cerdas mengatur jadwal mudik.
“Kami harap masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik. Jangan beli tiket di peak season, manfaatkan pembelian jauh-jauh hari atau early bird,” kata Eddy.
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah inflasi melonjak saat musim libur panjang nanti. Saat ini, pemerintah juga telah mengguyur subsidi avtur hingga harga khusus di puluhan bandara untuk menjaga keterjangkauan harga tiket.











