BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Kabar baik bagi calon mahasiswa. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menegaskan tak memungut Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi mahasiswa baru demi meringankan beban biaya awal kuliah.
Kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban orang tua saat awal masuk perkuliahan.
“Kami tidak menerapkan iuran pengembangan institusi, agar informasi ini diketahui masyarakat, khususnya mereka yang berminat masuk ULM,” kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri saat pengarahan mahasiswa, Kamis (15/1).
Menurut Prof Alim, kebijakan tanpa IPI tersebut sudah berjalan selama empat tahun di bawah kepemimpinannya. Langkah ini menjadi wujud komitmen ULM sebagai Kampus Berdampak yang mengedepankan akses pendidikan tinggi tanpa beban tambahan.
Ia berharap kebijakan tersebut mampu menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai gantinya, ULM hanya menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan setiap semester. Besaran UKT disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa, termasuk keringanan bagi yang membutuhkan.
Diketahui, IPI atau Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) umumnya merupakan biaya satu kali yang dibebankan kepada mahasiswa baru, terutama jalur mandiri, untuk mendukung pengembangan kampus.
Sebagai PTN terakreditasi Unggul, ULM kini memiliki lebih dari 32 ribu mahasiswa yang tersebar di 115 program studi dari 11 fakultas dan satu program pascasarjana. Sekitar 50 persen program studinya telah terakreditasi A atau Unggul.











