BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Dua putra KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani atau Guru Sekumpul angkat bicara soal pemasangan banner bertuliskan “area ini bukan tempat ziarah” di dinding luar kubah.
Mereka menegaskan, pemasangan banner itu merupakan keputusan resmi keluarga karena kubah masih dalam proses renovasi.
Pernyataan itu disampaikan H. Muhammad Amin Badali dan H. Ahmad Hafi Badali melalui surat PEMBERITAHUAN No. A01/AR-SKP/I/2026, Selasa (20/1).
Keduanya memastikan banner itu dipasang atas sepengetahuan dan keputusan mereka berdua.
“Tidak ada yang memasang banner tanpa keputusan kami. Jika ada yang memasang tanpa komunikasi, banner itu pasti tidak akan terpasang lama,” tegas mereka dikutip melalui akun resmi Ar Raudhah.
Keluarga menjelaskan, penutupan sementara kubah bukan tanpa alasan. Sejak awal, pihak keluarga telah mengumumkan bahwa kubah atau tempat ziarah masih ditutup dan akan diinformasikan kembali jika sudah dibuka.
Selain alasan renovasi, keputusan itu juga dipicu oleh semakin lunturnya adab dalam berziarah. Mereka menyoroti banyaknya peziarah yang lebih fokus pada foto, video, dan konten media sosial, serta munculnya praktik-praktik yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Guru Sekumpul.
“Kami melihat semakin banyak pihak yang memanfaatkan nama Abah untuk kepentingan pribadi, termasuk aktivitas jual beli, pasar, hingga penginapan dengan harga tidak wajar di sekitar kubah,” ungkap mereka.
Keluarga mengaku telah berupaya menyampaikan persoalan ini kepada pihak terkait agar dilakukan penertiban, namun belum membuahkan hasil.
Kondisi itu membuat mereka semakin mantap untuk tidak membuka kubah demi menjaga kesakralan dan menghindari fitnah.
Menanggapi anggapan bahwa pembukaan kubah bisa mengurangi musibah, keluarga menegaskan sebaliknya.
Menurut mereka, perilaku tidak beradab dan kepentingan duniawi di tempat sakral justru berpotensi mendatangkan bala.
Di akhir pernyataan, keluarga Guru Sekumpul mengajak para murid dan pencinta Abah Guru Sekumpul untuk bersama-sama menjaga adab, ketertiban, dan menghormati ajaran beliau.
“Kami mohon pengertian. Setiap keputusan yang kami ambil adalah usaha terbaik kami untuk menjaga kehormatan Abah dan Guru yang sangat kami cintai,” tutup mereka.






