BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Sepekan sudah, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Minggu (4/12).
Salah satunya Desa Tanjung Rema, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar.
Bahkan empat rukun tetangga (RT) terendam dan hingga sepekan terakhir belum ada tanda-tanda air bakal surut.
Desa Tanjung Rema disebut sudah lebih dulu terdampak banjir dibanding wilayah lain di Kabupaten Banjar.
Ketinggian air bervariasi, dengan titik terparah mencapai pinggang orang dewasa.
Akibat banjir yang tak kunjung surut, jemaah 5 Rajab Sekumpul yang menginap di rumah warga terpaksa diungsikan ke lokasi lebih tinggi, sepekan lalu.
Dapur umum Baburrahmah, yang menjadi salah satu pusat resmi relawan Sekumpul memasak, juga dipindahkan dari lokasi semula.
Dari total 11 RT di Desa Tanjung Rema, empat RT terdampak banjir, yakni RT 04, RT 09, RT 10, dan RT 11.
Sebanyak 450 kepala keluarga dengan total 1.550 jiwa terdampak, termasuk 320 rumah atau bangunan yang terendam.
Khusus di RT 09, banjir berdampak pada 121 KK atau 443 jiwa, dengan 94 rumah terendam. Di wilayah ini juga terdapat 26 balita usia 1-4 tahun dan tiga anak usia 5 tahun.
“Sudah satu minggu banyu (air, red) masih bertahan, belum ada ciri-ciri turun,” ujar Robian Noor, Ketua Remaja Langgar Baburrahmah sekaligus warga setempat, dalam pembaruan kondisi hingga hari ini.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur sendiri sudah mengunjungi lokasi ini untuk menyerahkan bantuan, Minggu pagi. Hanya saja tidak semuanya rumah warga dapat dijangkau.
Bantuan berupa paket susu, popok, minyak kayu putih, obat-obatan dan paket sembako.
Bupati Banjar juga turun bersama jajaran pejabat lain disambut Kepala Desa Tanjung Rema. Sejumlah dokter ikut turun ke lokasi banjir mengobati mengobati balita yang terkena diare dan demam.
Banjir di Kabupaten Banjar sendiri berada di sejumlah kecamatan berbeda. Mengutip data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, 7 kecamatan dengan 115 desa/kelurahan terdampak banjir.
Rinciannya, 22.803 rumah warga terdampak banjir dengan 40.532 KK atau 114.727 jiwa. Di antaranya, ada 11.611 rumah terendam air. Banjir juga berdampak kepada 139 sekolah, 128 rumah ibadah, 17 kantor, 96 fasilitas umum, 20 jembatan, dan 3.451 hektar kebun/sawah. Dari puluhan ribu warga terdampak, 4.734 jiwa terpaksa mengungsi.
Banjir sendiri melanda akibat meluapnya debit Sungai Martapura dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Air hujan turun mengalir dari pegunungan ke wilayah rendah akibat alih fungsi lahan.






