BANJARUPDATE.COM, HSS – Bambu, tali, dan gotong royong jadi penyelamat warga Datar Mangkung. Sejak jembatan utama putus diterjang banjir, sungai kini jadi satu-satunya jalur penghubung aktivitas harian.
Jembatan Datar Mangkung di Desa Tumingki, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), hingga kini belum juga tersambung pascabanjir Desember 2025 lalu. Jembatan yang menjadi akses utama warga itu putus, membuat masyarakat sempat terisolasi.
Kini, warga mengandalkan getek bambu sebagai jalur alternatif penyeberangan. Getek tersebut dilengkapi tali yang dibentangkan melintasi sungai, menjadi pegangan warga saat menyeberang.
Kepala Desa Tumingki, Muhammad Yadi, mengatakan getek itu murni hasil swadaya masyarakat. Warga bergantian menyeberang demi tetap bisa beraktivitas.
“Getek ini dibuat dari masyarakat untuk masyarakat. Harapan kami jembatan Datar Mangkung ini bisa segera dibangun kembali,” ujar Yadi, Kamis (22/1/2026).
Terpisah, Danramil 1003-02/Padang Batung, Kapten Cpl Marhani, menyebut pihaknya telah menurunkan Babinsa untuk membantu warga pascaputusnya jembatan tersebut.
Putusnya jembatan sangat berdampak pada aktivitas warga, terutama anak-anak yang hendak berangkat sekolah serta kebutuhan transportasi harian lainnya.
“Kami menugaskan Babinsa agar standby setiap hari membantu penyeberangan warga, termasuk mengantar anak-anak sekolah, supaya aktivitas tetap berjalan,” jelasnya.
Kapten Marhani berharap persoalan jembatan putus ini bisa segera ditangani. Pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan melalui jalur program TNI AD.
“TNI tidak akan tinggal diam melihat kesulitan masyarakat. Mudah-mudahan segera ada solusi permanen,” pungkasnya.








