Bank Kalsel 62 Tahun Tumbuh Bersama Banua

Ekbis, HEADLINE598 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Memasuki usia ke-62 tahun, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat perannya dalam mendorong ekonomi daerah. Selama lebih dari enam dekade, bank pembangunan daerah ini tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat.

Dalam setahun terakhir, Bank Kalsel hadir di berbagai momentum kehidupan warga, mulai dari kebutuhan transaksi harian hingga dukungan bagi aktivitas ekonomi. Bank ini terus berupaya mendekatkan layanan agar lebih mudah diakses, aman digunakan, serta memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sepanjang 2025, penguatan layanan dan inovasi menjadi fokus utama. Bank Kalsel memperluas akses keuangan dari desa hingga kota, dengan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Dukungan terhadap pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Bank Kalsel berupaya mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang sekaligus memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bank ini meyakini penguatan ekonomi daerah tidak terlepas dari ruang dan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk bertumbuh.

Pada usia ke-62 tahun, Bank Kalsel mengusung semangat “Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik.” Semangat ini menandai komitmen untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan sekaligus memperkuat peran dalam pembangunan daerah.

Digitalisasi layanan menjadi salah satu fokus utama. Penguatan teknologi dilakukan agar masyarakat dapat mengakses layanan perbankan secara lebih cepat, praktis, dan aman. Di saat yang sama, Bank Kalsel juga memperluas kesiapan layanan guna menjawab kebutuhan ekonomi yang terus berkembang serta mendukung konektivitas ekonomi yang lebih luas.

Memasuki periode Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026–2028, Bank Kalsel menetapkan tiga fokus strategi utama, yakni optimalisasi penerimaan pendapatan, menjaga efisiensi operasional, serta memperbaiki kualitas kredit.

Selain itu, terdapat lima strategi pendukung yang akan dijalankan, yaitu memperkuat daya saing produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, memperkuat kemampuan teknologi informasi dan digital perbankan, mengimplementasikan layanan bank devisa, serta meningkatkan partisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Sebagai bagian dari rencana strategis 2026, Bank Kalsel juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan usaha dalam valuta asing. Sepanjang 2025, berbagai langkah penguatan dilakukan, mulai dari aspek tata kelola, kesiapan operasional, pengembangan sistem, hingga pemenuhan ketentuan kepatuhan sesuai regulasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan bagi Bank Kalsel untuk melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing dengan sejumlah rekomendasi perbaikan. Saat ini perseroan tengah menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, Bank Kalsel akan mulai memasarkan produk dan layanan berbasis valuta asing secara bertahap kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperluas layanan sekaligus meningkatkan daya saing Bank Kalsel di sektor perbankan.

Bagi Bank Kalsel, pertumbuhan tidak semata diukur dari angka. Lebih dari itu, pertumbuhan dimaknai sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan nasabah, pemegang saham, dan mitra kerja, Bank Kalsel berkomitmen terus melangkah maju untuk memperkuat ekonomi daerah yang semakin berdaya saing.

Sederet prestasi diraih Bank Kalsel. Foto-Bank Kalsel.

Tinggalkan Balasan