Bupati Kotabaru Kawal Proyek Jembatan Pulau Laut

Banjar Update196 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, KOTABARU – Pembangunan Jembatan Pulau Laut terus dikebut. Bupati Kotabaru turun langsung mengikuti forum strategis untuk memastikan proyek raksasa itu berjalan sesuai target.

Pada Rabu (29/4), digelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemorov) Kalimantan Selatan (Kalsel), di lokasi pembangunan PT PP Tanah Merah, Kabupaten Tanah Bumbu.

FGD ini membahas percepatan Program Strategis Nasional (PSN), khususnya proyek Jembatan Pulau Laut. Selain Bupati Kotabaru, HM Rusli, sejumlah pihak turut hadir. Mulai dari perwakilan Pemprov Kalsel, Balai Pelaksana Jalan Nasional, pemerintah daerah, hingga para kontraktor pelaksana.

Dalam forum tersebut, pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut menjadi fokus utama. Proyek ini juga masuk dalam 10 program prioritas Pemprov Kalsel dalam RPJMD 2025–2029.

Bupati Kotabaru, HM Rusli menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal proyek strategis tersebut agar selaras dari pusat hingga daerah.

“Jembatan Pulau Laut ini bukan sekadar proyek fisik, tapi akses vital yang akan menjadi penggerak ekonomi dan konektivitas wilayah,” ujarnya.

Ia menyebut, keberadaan jembatan sangat dinantikan masyarakat, terutama untuk mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kotabaru.

Hal senada disampaikan Sekda Kotabaru Eka Safrudin. Ia berharap jembatan ini mampu menjadi solusi permanen membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menekan biaya logistik.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur mengingatkan seluruh kontraktor agar bekerja maksimal mengingat proyek tersebut bernilai besar dan strategis.

Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan rampung pada akhir 2028 tanpa kendala berarti.

Sebagai informasi, Jembatan Pulau Laut memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dan mulai dikerjakan sejak 2024. Total anggaran proyek ini mencapai Rp6,14 triliun yang bersumber dari APBN dan APBD.

 

Tinggalkan Balasan