Bupati Kotabaru Sabet TOP Pembina BUMD 2026

Banjar Update2 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, JAKARTA – Bupati Kotabaru Muhammad Rusli menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (11/4/2026).

Di ajang ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, menjadi salah satu penerima penghargaan dari lebih 1.170 BUMD se-Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah, sejumlah lembaga, asosiasi, dan konsultan bisnis, serta didukung Kementerian Dalam Negeri, dengan tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”.

Acara tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang diwakili Yusharto Huntoyungo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Penyelenggara M. Lutfi Handayani, Ketua Dewan Juri Djohermansyah Djohan, serta kepala daerah dan jajaran BUMD dari seluruh Indonesia.

Selain penghargaan untuk kepala daerah, Kotabaru juga meraih sejumlah capaian lain. PDAM Kotabaru dan PT BPR Kotabaru (Perseroda) memperoleh TOP BUMD Bintang 5. Sementara Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, meraih penghargaan TOP CEO BUMD 2026.

Rusli menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai hasil kerja bersama. Ia menegaskan, capaian ini merupakan penghargaan kelima yang diraih secara berturut-turut.

“Atas nama Pemkab Kotabaru, kami akan terus mendukung peningkatan kinerja PDAM dan BPR agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap kinerja seluruh BUMD terus ditingkatkan, khususnya dalam pelayanan air minum, air bersih, serta akses pembiayaan seperti KUR tanpa bunga bagi masyarakat.

TOP BUMD Awards merupakan ajang penilaian kinerja BUMD terbesar di Indonesia yang menilai aspek bisnis, layanan, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Kegiatan ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan kinerja dan tata kelola BUMD.

Ketua Penyelenggara M. Lutfi Handayani menyatakan, penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ke-11 sejak 2016, dengan sekitar 218 BUMD lolos tahap seleksi.

“Ajang ini tidak sekadar penghargaan, tetapi mendorong BUMD naik kelas dari sisi kinerja, tata kelola, dan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam mempercepat peningkatan kinerja BUMD dan perekonomian daerah.

 

Tinggalkan Balasan