Hiswana Migas Ungkap Dua Penyebab LPG 3 Kg Sempat Langka di Kalsel

Ekbis, HEADLINE14 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan mengungkap dua faktor yang menyebabkan LPG subsidi 3 kilogram sempat sulit diperoleh masyarakat di sejumlah daerah. Menurut organisasi para agen LPG tersebut, persoalan bukan berasal dari berkurangnya alokasi dari Pertamina.

Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan, Hj. Muliana Yuniar, mengatakan penyebab pertama adalah meningkatnya permintaan akibat masyarakat beralih dari LPG non-subsidi 5,5 kilogram ke LPG subsidi 3 kilogram setelah harga tabung non-subsidi naik.

“Alokasi LPG 3 kilogram sebenarnya tetap normal. Yang kami amati, ada peralihan sebagian masyarakat dari tabung non-subsidi 5,5 kilogram ke tabung subsidi 3 kilogram setelah terjadi kenaikan harga LPG non-subsidi,” kata Muliana kepada wartawan, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut dia, harga LPG 5,5 kilogram saat ini berkisar Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per tabung, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di Kalimantan Selatan hanya Rp18.500 per tabung.

“Perbedaan harganya sangat jauh. Itu yang kami lihat menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan LPG 3 kilogram,” ujarnya.

Faktor kedua adalah berkurangnya distribusi selama libur nasional dan cuti bersama. Pada periode tersebut, penyaluran LPG dari Pertamina tidak berlangsung seperti hari kerja sehingga pasokan ke pangkalan ikut berkurang.

“Normalnya agen mendapat alokasi harian sesuai kontrak, misalnya dua sampai tiga truk per hari. Saat libur panjang memang ada pengurangan penyaluran. Memang ada tambahan dropping, tetapi jumlahnya tidak sebanyak hari kerja,” kata Muliana.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Berdasarkan hasil rapat bersama seluruh agen LPG di Kalimantan Selatan, distribusi kini telah kembali normal dan tidak ada pengurangan alokasi dari Pertamina.

“Di luar hari libur, penyaluran kembali normal. Seluruh agen di Kalimantan Selatan menyampaikan distribusi berjalan sesuai alokasi,” ujarnya.

Menanggapi dugaan adanya permainan di tingkat pangkalan, Muliana mengatakan sistem distribusi LPG subsidi diawasi melalui mekanisme audit dan pelaporan digital sehingga setiap transaksi dapat dipantau.

“Kalau permainan di pangkalan sebenarnya cukup sulit karena seluruh penyaluran diaudit. Penjualan juga dilaporkan secara online melalui sistem Pertamina sehingga seluruh distribusi dapat dipantau,” katanya.

Ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan pangkalan yang diduga menjual LPG subsidi tidak sesuai ketentuan.

“Kalau memang ada dugaan penyimpangan, silakan laporkan ke Pertamina melalui Call Center 135. Kalau terbukti melanggar, Pertamina dapat memberikan sanksi hingga penghentian penyaluran kepada pangkalan tersebut,” ujarnya.

Hiswana Migas juga telah mengusulkan penambahan pasokan LPG 3 kilogram kepada Pertamina melalui extra dropping dan operasi pasar di wilayah yang mengalami kelangkaan atau harga di atas ketentuan.

“Kemungkinan besar dalam bentuk operasi pasar. Daerah yang terdeteksi stoknya kosong atau harganya tinggi akan menjadi prioritas untuk mendapatkan tambahan pasokan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan oleh Pertamina,” kata Muliana.