Gelar Pertemuan, GOW Kotabaru Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Banjar Update239 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, KOTABARU – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan edukasi kesehatan mental di Markas Kodim 1004/Kotabaru, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini mengangkat pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah peran ganda yang dijalani perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis, mengatakan pertemuan rutin tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat koordinasi dan menambah wawasan organisasi perempuan.

“Forum ini memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah. Tema kesehatan mental yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini,” kata Siti Hadijah.

Ia menilai perempuan memiliki tanggung jawab yang kompleks, baik dalam keluarga, organisasi, maupun kehidupan sosial. Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan mental perlu terus ditingkatkan.

Sebelumnya, rombongan GOW disambut Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 1004/Kotabaru, Achie Taufik Akbar. Para peserta juga diajak meninjau sejumlah fasilitas Persit, seperti ruang rapat dan Griya Kirana.

Achie mengaku bangga dapat menjadi tuan rumah pertemuan GOW. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pertemuan rutin GOW. Semoga melalui kegiatan ini dapat terjalin silaturahmi yang lebih erat serta membawa manfaat bagi kemajuan perempuan,” ujarnya.

Edukasi kesehatan mental disampaikan oleh dr. Thomas Hendriko, M.Ked (KJ), Sp.KJ. Ia menjelaskan kesehatan mental merupakan kondisi ketika seseorang mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan berkontribusi di lingkungan sosial.

Menurut Thomas, perempuan berusia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis akibat perubahan hormon, peran ganda, dan tekanan sosial.

“Usia 40 tahun bukan akhir, melainkan awal untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kesehatan mental harus dijaga karena sama pentingnya, bahkan lebih penting dari kesehatan fisik,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian doorprize kepada para peserta.