BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Suara yel-yel “Supian mana?” menggema di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (16/1).
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalsel menggelar aksi menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung lewat DPRD.
Massa mahasiswa mengepung Rumah Banjar, sebutan Gedung DPRD Kalsel, sejak siang hari.
Mereka datang dari sejumlah kampus, salah satunya Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, dan menuntut penolakan tegas terhadap wacana Pilkada lewat lembaga legislatif.
Mengantisipasi aksi tersebut, jajaran Polda Kalsel melakukan pengamanan ketat. Aparat sudah bersiaga sejak pukul 10.00 Wita, meski aksi dijadwalkan berlangsung usai Salat Zuhur sekitar pukul 15.00 Wita.
Kapolda Kalsel menginstruksikan seluruh personel untuk tetap bersikap sabar dan humanis dalam mengawal jalannya unjuk rasa. Arahan disampaikan langsung di lapangan menggunakan pengeras suara.
Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan aparat kepolisian. Ia berharap aksi demonstrasi dapat berjalan aman tanpa kericuhan.
“Kita harapkan unjuk rasa kali ini tetap kondusif seperti aksi-aksi sebelumnya,” ujarnya.
Namun, aksi mahasiswa sempat memanas saat massa berupaya memaksa masuk ke area kantor DPRD di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Petugas kepolisian menghadang langkah mahasiswa sehingga terjadi dorong-dorongan.
Dalam orasinya, koordinator aksi berulang kali memanggil Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Seruan tersebut diikuti massa aksi dengan yel-yel lantang, mempertanyakan keberadaan pimpinan DPRD. “Supian mana, Supian mana, Supian mana..” demikian seru mereka.
Faktanya, saat aksi berlangsung, pimpinan dan anggota DPRD Kalsel tidak berada di tempat.
Seluruh wakil rakyat tingkat provinsi itu tengah menjalani masa reses yang dijadwalkan berlangsung pada 14-21 Januari 2026.







