BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa Aliansi Rakyat menggelar aksi di Balai Kota Banjarmasin, Rabu (18/2/2026), untuk menyoroti pengadaan mobil listrik bagi pejabat.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menerima aspirasi tersebut dan berdialog hampir lima jam, menjelaskan latar belakang kebijakan sekaligus mendengar 12 poin tuntutan mahasiswa.
Yamin menegaskan, pengadaan kendaraan listrik dihitung dari sisi efisiensi anggaran dan operasional.
“Biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan lama sangat besar. Dengan mobil listrik, pengeluaran rutin bisa ditekan dan dialihkan ke program prioritas publik, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan kendaraan dinas keluaran 2015-2016 akan dilelang, dan hasilnya dikembalikan ke kas daerah.
Selain mobil listrik, pemerintah menunda sejumlah pengadaan fasilitas yang dianggap belum mendesak, termasuk pembelian kamera baru.
Ia juga meluruskan isu pengadaan “ruang smoking” di kantor pemerintah, yang sebenarnya direncanakan sebagai ruang pelayanan publik.
Kepala BPKPAD Banjarmasin, Edy Wibowo, menyebut sebagian besar kendaraan dinas sudah berusia lebih dari tujuh tahun dan membebani anggaran.
Data pemerintah mencatat pada 2024 biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan lama mencapai sekitar Rp10 miliar.
Peralihan ke mobil listrik diyakini akan menekan belanja rutin dan menghemat anggaran dalam jangka menengah hingga panjang.
Di tempat terpisah saat rapat dengan DPRD, Kepala Subbagian Rumah Tangga Setda Banjarmasin, Zazuli, menjelaskan kebutuhan kendaraan dinas di Pemko mencapai 36 unit.
Sebanyak 21 unit mobil listrik telah direalisasikan, sedangkan 15 unit lainnya masih menunggu pembahasan dalam perubahan anggaran.
“Pada tahun kedua dan seterusnya, anggaran hanya untuk pajak dan perawatan. Pajak kendaraan listrik sekitar Rp143 ribu per tahun. BBM pada sistem sewa bisa mencapai Rp1 juta per minggu per unit,” jelasnya.
Dialog dengan mahasiswa menegaskan bahwa Pemko Banjarmasin berkomitmen mengutamakan efisiensi tanpa mengabaikan pelayanan publik.
Yamin menekankan penanganan sampah, pengendalian banjir, dan program prioritas lainnya tetap menjadi fokus utama pemerintah kota di tengah penyesuaian anggaran.












