BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Kapan Lebaran 2026? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada perhitungan posisi hilal menjelang akhir Ramadan.
BMKG menyebut pihaknya memberikan pertimbangan ilmiah kepada sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam penentuan awal bulan hijriah.
“BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stakeholder (Kementerian Agama, dan lainnya) dalam penentuan awal bulan hijriyah,” tulis BMKG melalui laman resminya dikutip Jumat (12/3).
Selain menyampaikan data hilal hasil perhitungan (hisab), BMKG juga melakukan pengamatan hilal atau rukyat di 37 lokasi di Indonesia. Proses tersebut bahkan dapat disaksikan secara langsung melalui layanan live streaming yang disediakan BMKG.
Untuk penentuan awal Syawal 1447 H, BMKG menyiapkan data posisi hilal saat matahari terbenam yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
Prediksi tersebut mengacu pada peta ketinggian hilal 2026 yang digunakan untuk memantau kemungkinan terlihatnya bulan sabit muda sebagai penanda awal Syawal.
Berdasarkan data astronomi, pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria MABIMS menetapkan awal bulan hijriah dapat ditentukan jika ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.
Jika syarat tersebut belum terpenuhi, maka bulan Ramadan biasanya digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Syawal diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
BMKG juga mencatat konjungsi geosentrik atau ijtimak, yakni saat Matahari dan Bulan berada pada bujur ekliptika yang sama jika diamati dari pusat Bumi, diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.
Pada hari yang sama, waktu matahari terbenam di Indonesia berbeda-beda. Matahari diperkirakan terbenam paling awal pukul 17.48 WIT di Papua dan paling akhir sekitar pukul 18.49 WIB di Banda Aceh.
Karena konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, pengamatan hilal untuk menentukan awal Syawal dapat dilakukan setelah matahari terbenam pada 19 Maret 2026.
Meski begitu, posisi hilal yang relatif rendah membuat kemungkinan terlihatnya hilal di sebagian wilayah Indonesia masih terbatas. Penetapan resmi awal Syawal di Indonesia nantinya tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.







