BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Sebuah telegram Panglima TNI yang memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan atau Siaga 1 beredar luas di masyarakat. Mabes TNI pun buka suara terkait kabar tersebut di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subianto bernomor TR/283/2026 yang berisi instruksi peningkatan kesiapsiagaan prajurit ramai beredar di publik. Dokumen itu memerintahkan jajaran TNI meningkatkan kesiapan menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.
Konflik kawasan tersebut dipicu serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu balasan dari Teheran.
Situasi kemudian meluas. Israel menyerang Lebanon yang menjadi basis kelompok Hizbullah, sementara Iran dilaporkan menargetkan sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Qatar yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat.
Menanggapi beredarnya telegram tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan TNI memang memiliki kewajiban menjaga kesiapan menghadapi berbagai potensi ancaman dari luar negeri.
Menurut dia, profesionalisme TNI dijaga melalui kesiapan personel, kekuatan militer, serta kemampuan operasional untuk merespons perkembangan situasi strategis di tingkat internasional maupun regional.
“TNI senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia dikutip dari Tirto, Senin (9/3).
Salah satu bentuk kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui kegiatan rutin seperti apel pasukan guna memeriksa kesiapan personel dan perlengkapan.
Namun saat ditanya apakah TNI secara resmi telah menetapkan status Siaga 1, Aulia tidak memberikan jawaban tegas.
Dalam telegram yang beredar, jajaran Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diperintahkan menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, patroli keamanan juga diminta ditingkatkan di sejumlah objek vital.
Objek yang dimaksud antara lain bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga fasilitas strategis seperti kantor PLN.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta TNI memberikan penjelasan yang lebih terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi.
Ia menjelaskan dalam sistem militer terdapat tiga tingkat kesiapan pasukan, yakni Siaga 3, Siaga 2, dan Siaga 1.
Siaga 3 merupakan kondisi normal ketika aktivitas militer berjalan seperti biasa. Pada Siaga 2 sebagian pasukan sudah berada dalam kondisi siaga.
Sementara Siaga 1 merupakan tingkat kesiapan tertinggi, di mana seluruh pasukan berada di satuan masing-masing, perlengkapan dan alutsista disiapkan, serta logistik prajurit dipersiapkan untuk digerakkan sewaktu-waktu.











