Buka Lomba Desain Motif Sasirangan 2026, Wali Kota Banjarmasin Dorong Sasirangan Ekspor

Banjar Update1110 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Mengangkat marwah produk lokal, pemerintah Kota Banjarmasin resmi membuka kegiatan sosialisasi Lomba Desain Motif Sasirangan, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyoroti peluang yang salama ini belum dimaksimalkan penguatan ekonomi dengan pembenahan lingkungan.

“Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah. Padahal, kalau ini kita kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah,” ujar Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR.

Sebagai kota perdagangan dan jasa tanpa sumber daya alam, Banjarmasin dituntut mengandalkan kreativitas dan inovasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Namun, Yamin tidak menutup mata terhadap persoalan mendasar yang masih berulang, yakni sampah. Ia menilai pola penanganan selama ini masih terlalu fokus di hilir.

“Masalahnya bukan sekadar pengangkutan. Kita harus mulai dari sumbernya, dari rumah tangga. Kalau tidak, pagi dibersihkan, sore menumpuk lagi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mendorong pengelolaan dari hulu hingga hilir, termasuk upaya pengurangan volume sampah dan pemilahan sejak awal.

Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Menurutnya, jika dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup terealisasi, maka persoalan sampah dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau sistem ini berjalan, tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di pinggir jalan. Tapi tetap, pemilahan dan pengeringan sampah harus disiplin dilakukan masyarakat karena itu menentukan hasil energi,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk Dekranasda, untuk ikut mengedukasi masyarakat mengurangi produksi sampah.

Di sisi lain, Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noosyahdi, dalam penuturannya memandang ajang ini sebagai momentum strategis untuk mendorong sasirangan naik kelas.

Ia menjelaskan, lomba tahun ini tidak hanya diikuti pemula, tetapi juga mempertemukan para senior di bidangnya termasuk para pemenang lomba satu dekade terakhir dalam kategori “best of the best”.

“Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun Kota Banjarmasin dan bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor,” pungkasnya.

Penulis: Amrullah

Tinggalkan Balasan