TNI Bersama Pemkot Banjarmasin Bangun Jembatan Perbatasan Basirih dan Aluh-Aluh

Banjar Update1160 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN — Pembangunan jembatan Perintis Garuda yang ditunggu-tunggu warga mendapat titik terang. Keberadaan jembatan tersebut sangat diperlukan warga demi lancarnya transportasi yang menghubungkan Basirih Banjarmasin Selatan dan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar.

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI wujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin (06/04/2026).

Tak hanya pembangunan fisik, jembatan ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan rapuh dan membahayakan.

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik berjalan lancar sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya kepada awak media.

Ia mengungkapkan, pembangunan ini juga dilakukan di 16 titik, terdiri dari delapan jembatan gantung serta delapan jembatan beton yang difokuskan pada wilayah sulit terjangkau.

Dari sisi teknis, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel CZI Slamet Riyadi mengatakan, proyek ini memiliki tantangan tersendiri karena kondisi tanah rawa.

Namun, strategi konstruksi telah disesuaikan agar tetap kokoh dan tahan lama.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi harian. Kami targetkan pengerjaan selesai dalam tiga bulan, bahkan diupayakan lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan,” jelasnya.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mempaparkan pembangunan jembatan sepanjang 74 meter dan lebar 2 meter ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Ini menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Aluh-Aluh. Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan serupa,” kata Walikota.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dukungan program pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung masyarakat.

Selama bertahun-tahun, warga merasa was-was saat melintasi jembatan tersebut. Kondisi ini menjadi titik lemah yang menghambat mobilitas, pendidikan, hingga aktivitas keagamaan.

Dengan kekuatan kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal utama percepatan pembangunan.

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Jembatan ini sudah lama dinanti, terutama untuk anak-anak sekolah dan aktivitas sehari-hari. Dulu kondisinya goyang, bahkan sempat roboh. Sangat berbahaya, apalagi malam hari,” pungkasnya.

Penulis: Amrullah

Tinggalkan Balasan