Pinjaman Tanpa Bunga Kurma Manis Tembus Desa

Ekbis234 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJAR – Program pinjaman tanpa bunga Kurma Manis milik Pemerintah Kabupaten Banjar terus diminati warga. Tak hanya pelaku UMKM di kota, program ini juga menjangkau masyarakat pelosok yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan.

Sejak diluncurkan pada 2021 hingga Mei 2026, program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis itu telah menjangkau 19 kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kepala BPR Martapura Ari Rosadi mengatakan mayoritas penerima manfaat berasal dari wilayah terpencil, termasuk daerah yang hanya bisa dijangkau lewat jalur sungai.

“Nasabah kami kebanyakan ada di pelosok. Daerah yang kami kunjungi seperti Aluh-Aluh, kami survei harus naik kapal. Yang bank umum tidak masuk, Kurma Manis BPR bisa masuk,” ujar Ari, Jumat (8/5/2026).

Ia menyebut jumlah pelaku usaha di Kabupaten Banjar mencapai lebih dari 67 ribu orang. Hingga tahap kelima pelaksanaan, tercatat sebanyak 1.139 nasabah telah menerima pinjaman tanpa bunga tersebut.

Mayoritas penerima pinjaman berasal dari sektor pertanian. Ari pun mengajak pelaku usaha di bidang perikanan, perkebunan hingga perdagangan memanfaatkan program itu karena anggaran 2026 masih tersedia.

“Silakan kepada para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Banjar untuk mengajukan permohonan pinjaman Kurma Manis di BPR Martapura,” katanya.

Untuk mendapatkan pinjaman, calon nasabah wajib mengantongi rekomendasi dari dinas terkait, yakni Dinas Pertanian, DKPP, dan DKUMPP Banjar. Setelah itu, BPR akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan usaha.

“Kalau layak, proses di BPR paling lama dua pekan akan cair,” ujarnya.

Ari menjelaskan pinjaman Kurma Manis terbagi dua kategori. Pinjaman mikro hingga Rp5 juta diberikan tanpa agunan, sedangkan pinjaman super mikro Rp5 juta sampai Rp110 juta wajib menggunakan jaminan.

“Persyaratannya, nasabah harus berdomisili di Kabupaten Banjar dan usahanya minimal sudah berjalan enam bulan,” jelasnya.

Menurut Ari, program Kurma Manis tak hanya membantu permodalan masyarakat, tetapi juga ikut mendorong pendapatan daerah.

“Alhamdulillah kita bisa memberikan kontribusi PAD hampir Rp1 miliar pada 2025,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan