Bangun Banua Masuk Bisnis Bengkel, Tak Hanya Kejar Dividen

Ekbis432 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – PT Bangun Banua mulai merambah lini bisnis baru dengan membuka usaha bengkel kendaraan. Langkah ini tidak semata-mata untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap perawatan kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, mengatakan bisnis bengkel dipilih karena memiliki potensi pasar yang jelas sekaligus memberi manfaat bagi pemerintah daerah. Menurutnya, selama ini anggaran perawatan kendaraan dinas mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

“Salah satu contohnya bengkel. Sekecil-kecilnya bengkel, HPS yang dijalankan pemerintah daerah sekitar Rp11 miliar setahun untuk perawatan mobil, termasuk operasional dan BBM. Kenapa tidak kita garap,” ujar Afrizal saat dialog terbuka bersama insan pers di Banjarmasin, Kamis (6/8).

Menurutnya kehadiran bengkel milik Bangun Banua akan membuat proses perawatan kendaraan dinas lebih terkontrol dibanding menggunakan bengkel pihak lain.

“Belum lagi selama ini tidak bisa dikontrol terkait unit-unit mobil tersebut saat masuk ke bengkel-bengkel tertentu. Untuk itu Bangun Banua membuat bengkel. Memang kelihatannya pekerjaan kecil, tetapi kami memiliki kepastian bisnis,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem perawatan kendaraan nantinya akan menerapkan mekanisme yang lebih ketat sehingga kondisi kendaraan dinas dapat dipantau secara lebih transparan.

“Di satu sisi mobil-mobil pemerintah daerah benar-benar bisa diservis tanpa ada keraguan lagi karena sistem kami sangat ketat dalam proses servis. Di sisi lain, ketika ada keuntungan, hasilnya akan kembali menjadi dividen bagi pemerintah daerah,” ucapnya.

Afrizal menambahkan, bisnis bengkel merupakan salah satu lini usaha baru yang dijalankan melalui anak perusahaan PT Nusa Bangun Banua. Pembentukan anak perusahaan dilakukan agar Bangun Banua dapat menggarap proyek atau usaha dengan nilai lebih kecil yang sebelumnya tidak bisa ditangani oleh perusahaan induk.

“Sub bisnis Bangun Banua skalanya besar, nilainya di atas Rp15 miliar. Karena itu kami membentuk anak perusahaan agar bisa meng-cover kegiatan-kegiatan bisnis yang nilainya lebih kecil, tetapi hasilnya pasti,” jelasnya.

Selain bengkel, Bangun Banua juga mulai mengembangkan sejumlah bidang usaha lain sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan kontribusi dividen kepada Pemprov Kalsel.

Tinggalkan Balasan