BANJARUPDATE.COM, BANJARBARU – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Banjarbaru bukan sekadar agenda kenegaraan. Kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi Kalimantan Selatan, dengan disetujuinya tambahan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) resmi memperoleh dua tambahan lokasi Sekolah Rakyat, sehingga total sekolah yang akan dibangun di daerah ini menjadi lima unit.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel Muhammad Farhanie mengatakan, kabar baik tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo meluncurkan operasional 166 Sekolah Rakyat secara nasional di Banjarbaru, Senin (12/1).
“Alhamdulillah, kedatangan Bapak Presiden ini menjadi berkah bagi Kalsel. Tiga lokasi Sekolah Rakyat sudah berkontrak dan mulai berjalan sejak 17 November 2025. Kemarin Pak Sekjen dari pusat menyampaikan, insyaallah Kalsel ditambah dua lokasi lagi,” ujar Farhanie.
Ia menjelaskan, tiga Sekolah Rakyat tahap pertama dibangun di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru. Sementara dua lokasi tambahan berada di lahan milik Pemprov Kalsel, yakni kawasan Balai BPPKS Banjarbaru serta Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar.
Menurut Farhanie, lokasi di Jalan Gubernur Syarkawi sebelumnya sempat tertunda karena kondisi lahan rawa yang memerlukan biaya besar. Namun, dengan adanya persetujuan terbaru, lokasi tersebut masuk dalam tahap pembangunan berikutnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan dilakukan secara bertahap dan direncanakan akan diperluas ke kabupaten lain. Saat ini, progres fisik tiga sekolah tahap awal masih berada pada tahap awal pekerjaan.
“Kontrak dimulai 17 November, jadi progresnya baru sekitar 8,8 persen. Masih pekerjaan awal seperti pembersihan dan penyiapan lahan,” katanya.
Ia menambahkan, masa kontrak pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama berlangsung selama 240 hari kerja dengan target penyelesaian pada Juli 2026.
“Targetnya Juli 2026 selesai, agar bisa dimanfaatkan pada tahun ajaran baru dan siswa rintisan dapat dipindahkan ke Sekolah Rakyat permanen,” ujar Farhanie.












