SPPG Sigam Diresmikan, Kotabaru Perluas MBG hingga Wilayah Pesisir

Banjar Update546 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, KOTABARU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi hadir di Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru, Rabu (13/5/2026). Lewat program ini, pemerintah daerah mendorong pemenuhan gizi anak sekaligus menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas.

Peluncuran MBG digelar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sigam di Jalan Kemuning RT 004, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Kegiatan dihadiri Komisi II DPRD Kotabaru H Abdul Kadir, jajaran instansi terkait, mitra kerja, dan masyarakat.

Program tersebut dijalankan Yayasan Youth Entrepreneurship School melalui SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Ketua Yayasan Youth Entrepreneurship School, Munzirin, S.Sos mengatakan SPPG Sigam merupakan unit ke-7 yang beroperasi di Kabupaten Kotabaru.

Menurutnya, MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

“Program ini bukan hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagian dari upaya bersama mencerdaskan generasi bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan SPPG di Kotabaru ditargetkan tersebar hingga ke wilayah pesisir dan daerah terpencil. Kehadiran program itu juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, petani, hingga peternak lokal.

“SPPG bukan hanya dapur umum, tetapi juga pusat pelayanan pemenuhan gizi,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, Drs H Murdianto MSi mewakili Bupati Kotabaru membuka kegiatan secara resmi dengan prosesi pemotongan pita.

Dalam sambutannya, Murdianto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kotabaru.

Ia menilai program tersebut menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

“Gizi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, serta kemampuan belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Murdianto menambahkan, Kotabaru masih membutuhkan banyak SPPG agar layanan MBG dapat menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan proses belajar, tetapi juga harus didukung pemenuhan gizi yang baik.

“Program MBG menjadi langkah penting mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan