Tumbuhkan Minat Literasi Anak, Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Hadirkan Program Dongeng Mingguan

Banjar Update2012 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh terus berinovasi menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat. Tak hanya menjadi destinasi rekreasi keluarga, kawasan tersebut kini menghadirkan Program Dongeng Mingguan sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan literasi anak sejak usia dini.

Program yang digelar setiap akhir pekan itu mendapat sambutan hangat dari para orang tua dan anak-anak yang berkunjung. Selain menikmati koleksi satwa, pengunjung juga diajak menyelami berbagai cerita sarat pesan moral melalui kegiatan mendongeng yang interaktif dan menyenangkan.

Bunda Literasi Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dihadirkan sebagai langkah menghadapi tantangan menurunnya minat baca anak di era digital.

“Seperti kita tahu, minat baca di era digitalisasi mulai berkurang karena perhatian anak-anak banyak teralihkan ke gadget. Karena itu, kami mencoba menghadirkan kegiatan mendongeng di tempat ini,” ujar Neli di sela kegiatan Mendongeng dan Edukasi Gigi di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Minggu (14/6/2026).

Neli yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kota Banjarmasin menjelaskan, program tersebut melibatkan Bunda Literasi serta Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari seluruh kecamatan di Kota Banjarmasin. Mereka akan tampil secara bergantian membawakan dongeng setiap minggunya.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya membangun budaya literasi sejak dini.

“Kami berharap pengunjung yang datang, khususnya yang membawa anak-anak, tidak hanya berwisata tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Khusnul Khotimah, mengaku sangat mengapresiasi program mendongeng yang akan rutin dilaksanakan tersebut. Ia datang bersama ponakannya dan menilai kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi saat ini.

Menurut Khusnul, mendongeng menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap dunia membaca.

“Anak-anak jadi memahami bahwa mendongeng adalah kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan karena ada komunikasi dua arah antara pendongeng dan anak-anak yang mendengarkan cerita,” tuturnya.

Ia juga menilai penggunaan bahasa daerah Banjar dalam penyampaian dongeng menjadi nilai tambah tersendiri karena membuat cerita lebih mudah dipahami anak-anak.

Khusnul berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Selain menghibur, berbagai pesan moral yang terkandung dalam cerita diyakini dapat membentuk karakter positif anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berkelanjutan karena sangat bagus untuk anak-anak,” pungkasnya.

Penulis :El Muhammad

Tinggalkan Balasan