Waspada Akun Anonim Provokatif, Warga Banjarmasin Diajak Bijak dan Santun Bermedia Sosial

Banjar Update, HEADLINE1770 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Masyarakat diimbau untuk semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya kemunculan akun-akun anonim yang kerap menyebarkan komentar provokatif, ujaran kebencian, fitnah, hingga konten bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, ruang digital dipenuhi berbagai komentar yang tidak hanya berupa kritik, tetapi juga mengandung unsur penghinaan, serangan pribadi, serta penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memicu konflik sosial, merusak reputasi seseorang, dan mengganggu suasana kondusif yang selama ini terjaga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Fepbry Ghara Utama, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial harus diimbangi dengan tanggung jawab dan etika dalam berkomunikasi.

“Media sosial memang menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun jangan sampai kebebasan tersebut digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian, konten bernuansa SARA, menghina, atau memojokkan pihak lain tanpa dasar yang jelas,” ujar Febpry, Jumat (5/6/26).

Menurut Fepbry, setiap aktivitas di dunia digital meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum mengunggah, membagikan, maupun mengomentari suatu informasi.

“Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing dan pikirkan dampaknya sebelum berkomentar. Jangan sampai karena emosi sesaat, seseorang harus berhadapan dengan persoalan hukum ataupun merugikan orang lain,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi informasi positif, edukasi, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman warga Kota Banjarmasin.

“Kita ingin ruang digital menjadi tempat yang sehat, aman, dan produktif. Kritik tentu boleh disampaikan, tetapi harus berdasarkan fakta, disampaikan secara santun, dan tidak menyerang kehormatan maupun identitas seseorang,” pungkasnya.

Penulis :El Muhammad

Tinggalkan Balasan