Bangun Banua Siapkan Bisnis Baru Dongkrak PAD

Ekbis29 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – PT Bangun Banua menyiapkan sejumlah lini bisnis baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kalsel.

Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi mengatakan rapat tersebut memberikan banyak masukan agar perusahaan daerah itu lebih fokus mengembangkan bisnis yang mampu memberikan kontribusi lebih besar kepada daerah.

“Banyak masukan dari Komisi II. Fokusnya bagaimana bisnis PT Bangun Banua bisa menjadi penyumbang PAD bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Afrizal usai rapat di DPRD Kalsel.

Ia mengungkapkan, tren dividen yang disetor kepada Pemprov Kalsel terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, dividen tercatat sekitar Rp 5 miliar, kemudian naik menjadi Rp 8,1 miliar pada 2025, dan hingga Juni 2026 telah mencapai Rp 9,1 miliar.

“Artinya ada sesuatu yang positif. Dengan skema bisnis yang masih sama saja dividen terus meningkat,” katanya.

Untuk 2027, PT Bangun Banua akan memaksimalkan peluang bisnis yang bersumber dari kebutuhan rutin pemerintah daerah. Salah satunya melalui layanan bengkel untuk perawatan kendaraan dinas milik Pemprov Kalsel.

“Kami sudah mendirikan bengkel untuk melayani servis kendaraan dinas pemerintah provinsi. Harapannya belanja rutin pemerintah bisa dikerjakan PT Bangun Banua dan hasilnya kembali lagi menjadi dividen untuk pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga membidik peluang di sektor layanan rumah sakit daerah, seperti penyediaan oksigen medis dan alat kesehatan.

“Kami juga disarankan DPRD untuk masuk ke BLUD, seperti penyediaan oksigen dan alat kesehatan. Kami sudah bertemu dengan beberapa penyedia sebagai calon mitra,” ujarnya.

Menurutnya, target laba bersih PT Bangun Banua pada 2026 sebesar Rp 15 miliar bahkan telah terlampaui.

“Target laba bersih tahun ini Rp 15 miliar, tapi sekarang sudah lebih dari Rp 16 miliar, bahkan hampir Rp 17 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan rencana pengembangan Hotel Banjarbaru milik PT Bangun Banua. Menurutnya, operasional hotel saat ini dihentikan sementara karena biaya operasional terlalu tinggi dan kondisi bangunan memerlukan rehabilitasi menyeluruh.

“Kondisi hotel memang sudah tidak memungkinkan. Kalau direhab total biayanya sangat besar. Karena itu kami mencari investor, meski masih terkendala skema kerja sama,” ujarnya.

Sebagai alternatif, PT Bangun Banua menyiapkan konsep baru tanpa menghilangkan fungsi hotel. Lahan hotel akan dimanfaatkan untuk fasilitas penunjang seperti lapangan olahraga padel, kafe, dan fasilitas lain agar aset tetap produktif.

“Kami ingin aset ini menghasilkan tanpa membebani operasional. Konsep hotel tetap ada, tetapi ditambah fasilitas lain agar nilai aset meningkat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan