BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN– Gerbang batas Kota Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 yang selama ini menjadi ikon pintu masuk Kota Seribu Sungai kini memprihatinkan, bahkan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Mengetahui hal itu, DPRD Kota Banjarmasin pun menyoroti kerusakan tersebut, mereka mendesak pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki kerusakan itu. Selain merusak estetika kota, kondisi bangunan dinilai membahayakan masyarakat karena material bangunan berpotensi jatuh sewaktu-waktu.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Ridho Akbar, meminta Pemerintah Kota Banjarmasin tidak lagi menunda penanganan. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding menunggu kerusakan semakin parah.
“Kami meminta langkah cepat untuk mengamankan area tersebut sekaligus mempercepat proses perbaikan. Jangan sampai kita baru bertindak setelah ada korban. Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama,” tegas Ridho.
Ia menilai fasilitas publik yang berpotensi membahayakan masyarakat tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan. Terlebih, gerbang tersebut berada di jalur utama keluar-masuk Kota Banjarmasin yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.
Menurut Ridho, ancaman material bangunan yang bisa runtuh kapan saja bukan persoalan sepele. Ia meminta pemerintah segera memasang pengamanan sementara sembari mempercepat rehabilitasi secara menyeluruh.
Tak hanya soal keselamatan, Ridho juga mengingatkan bahwa gerbang batas kota merupakan wajah pertama yang dilihat masyarakat maupun tamu saat memasuki Banjarmasin.
“Gerbang batas kota adalah ikon sekaligus wajah Banjarmasin. Kalau kondisinya rusak, tentu memberikan kesan yang kurang baik bagi siapa pun yang datang ke kota ini,” ungkapnya.
Komisi III DPRD, lanjutnya, mendukung penggunaan anggaran pemeliharaan untuk memperbaiki gerbang tersebut. Namun, ia menegaskan pekerjaan tidak boleh sekadar tambal sulam, melainkan disertai evaluasi menyeluruh terhadap kualitas konstruksi dan sistem perawatannya.
“Kami tidak hanya mendorong perbaikan fisik, tetapi juga evaluasi konstruksi dan pemeliharaannya agar bangunan ini lebih aman, representatif, dan memiliki manfaat jangka panjang,” katanya.
Ridho berharap perbaikan dapat segera direalisasikan sebelum kerusakan semakin meluas. Ia menegaskan, mencegah kecelakaan jauh lebih penting daripada menunggu musibah terjadi.
“Jangan sampai peringatan ini baru dianggap penting setelah terjadi musibah. Pencegahan selalu jauh lebih baik daripada penyesalan,” pungkasnya.
Baca Juga: Keramik Gerbang Batas Kota Banjarmasin Menganga, Warga Minta Jangan Tunggu Korban
Sebelumnya, kondisi gerbang pintu masuk Kota Banjarmasin itu menjadi perhatian warga. Sejumlah keramik di bagian atas maupun bawah bangunan terlihat terlepas dan berpotensi jatuh kapan saja. Selain itu, tiang-tiang gerbang dipenuhi coretan vandalisme, sementara area bawah bangunan kerap dijadikan tempat berkumpul hingga lokasi orang tidur, sehingga memperburuk citra salah satu pintu gerbang utama Kota Seribu Sungai.
Seorang tukang ojek yang setiap hari mangkal di lokasi, Zainuddin, mengaku sudah bertahun-tahun melihat kerusakan tersebut tanpa adanya perbaikan berarti. Ia mengaku selalu dihantui rasa khawatir saat mencari nafkah.
“Ini membahayakan. Keramiknya sudah banyak yang lepas. Kalau jatuh bisa mengenai orang yang lewat maupun kami yang mangkal di sini,” ujarnya.
Menurut Zainuddin, kerusakan itu sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius.
“Kurang lebih sudah dua sampai tiga tahun rusaknya dan sampai sekarang belum juga diperbaiki. Kami setiap hari waswas karena mencari nafkah di sini,” tuturnya.
Penulis : El Muhammad











