BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Kota Banjarmasin kini tak lagi sekadar mengganggu aktivitas warga dan dunia usaha. Dampaknya mulai merambah layanan kemanusiaan yang menyangkut keselamatan jiwa.
Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin menjadi salah satu fasilitas vital yang ikut terdampak karena seluruh sistem penyimpanan darah bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Setiap kali listrik padam, PMI harus segera mengaktifkan genset untuk menjaga suhu penyimpanan kantong darah tetap sesuai standar. Langkah ini dilakukan agar kualitas darah tidak menurun dan tetap aman digunakan bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Namun, penggunaan genset secara terus-menerus juga membawa konsekuensi. Selain meningkatkan biaya operasional, kondisi tersebut menambah risiko apabila terjadi gangguan pada sistem listrik cadangan.
Kepala UDD PMI Banjarmasin, Ramadhan Supit, menegaskan bahwa pelayanan darah tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Menurutnya, setiap kantong darah dapat menjadi penentu keselamatan nyawa seseorang.
“Layanan PMI berjalan selama 24 jam. Kami harus memastikan darah tetap tersimpan pada suhu yang sesuai standar. Ketika listrik padam, kami terpaksa mengandalkan genset agar kualitas darah tetap terjaga. Tentu ini menambah beban operasional dan membuat kami harus bekerja lebih keras menjaga pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.
Ramadhan menilai pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan utama bagi fasilitas pelayanan kemanusiaan. Karena itu, ia berharap PT PLN memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas vital yang menyimpan stok darah dan melayani kebutuhan rumah sakit.
“Kami berharap fasilitas pelayanan seperti PMI menjadi salah satu prioritas dalam penanganan ketika terjadi gangguan kelistrikan. Yang kami jaga bukan hanya peralatan, tetapi juga kualitas darah yang nantinya akan digunakan untuk menyelamatkan pasien,” katanya.
Ia menambahkan, setiap gangguan pasokan listrik berpotensi menghambat proses penyimpanan, pemeriksaan, hingga distribusi darah apabila tidak segera diantisipasi dengan sistem cadangan yang memadai.
Penulis :El Muhammad












