Pemko Banjarmasin Desak PLN Akhiri Pemadaman Bergilir, Target 5 Agustus Listrik Kembali Normal

Banjar Update61 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN– Gelombang protes warga akibat pemadaman listrik bergilir yang kembali melanda Kota Banjarmasin akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Atas instruksi langsung Wali Kota H. Muhammad Yamin HR, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar, mendatangi Kantor PT PLN UP3 Banjarmasin, Senin (27/7/2026), guna meminta penjelasan sekaligus mendesak percepatan pemulihan pasokan listrik.

Langkah tersebut diambil setelah banyaknya keluhan masyarakat yang membanjiri media sosial maupun pesan WhatsApp kepada Wali Kota. Warga mengaku terdampak pemadaman bergilir dengan durasi mencapai lima hingga enam jam, sehingga mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, hingga pelayanan masyarakat.

“Atas instruksi Pak Wali Kota, saya menindaklanjuti banyaknya DM dan pesan WhatsApp yang diterima pimpinan. Banyak keluhan masyarakat atas pemadaman listrik ini,” ujar Tezar usai bertemu Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat berkurangnya pasokan daya karena sejumlah pembangkit listrik sedang mengalami gangguan sekaligus menjalani pemeliharaan. Sementara kebutuhan listrik Banjarmasin masih bergantung pada sistem pasokan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Meski demikian, Tezar mengungkapkan bahwa PLN telah memberikan komitmen untuk mulai mengurangi durasi pemadaman secara bertahap mulai pekan ini. Jika sebelumnya warga harus mengalami pemadaman hingga lima sampai enam jam, maka durasinya ditargetkan turun menjadi sekitar tiga jam.

“Disampaikan Pak Yanuar, Insya Allah mulai Rabu ini dan paling lambat Sabtu durasi pemadaman akan berkurang. Biasanya lima sampai enam jam, kemungkinan bisa ditekan menjadi sekitar tiga jam,” katanya.

Kabar yang lebih melegakan, lanjut Tezar, PLN juga menargetkan penghentian pemadaman bergilir mulai 5 Agustus 2026. Kendati demikian, sistem kelistrikan masih akan berada dalam status siaga hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi secara normal.

Pemko Banjarmasin menegaskan masyarakat berhak memperoleh layanan listrik yang andal. Karena itu, PLN diminta mempercepat penyelesaian seluruh kendala teknis agar dampak ekonomi maupun aktivitas warga akibat pemadaman berkepanjangan tidak terus berlanjut.

Selain percepatan perbaikan, Pemko juga meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Informasi mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, hingga estimasi waktu pemulihan diminta disampaikan secara jelas agar warga dapat mempersiapkan diri.

“Kami juga meminta agar penyebab gangguan, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri. Itu pesan yang diminta Pak Wali Kota untuk kami sampaikan kepada PLN,” tegas Tezar.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan pemadaman bergilir merupakan langkah yang terpaksa dilakukan demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan di tengah berkurangnya daya pasok dari pembangkit.

Menurutnya, apabila durasi pemadaman dipersingkat secara paksa, justru berisiko memicu gangguan yang lebih besar hingga menyebabkan padam serentak dengan proses pemulihan yang jauh lebih lama.

“Kalau dipaksakan dengan durasi pemadaman yang lebih pendek, risikonya bisa terjadi padam serentak dan proses penormalannya akan jauh lebih lama, bahkan bisa mencapai 15 sampai 24 jam. Karena itu kami menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir,” jelas Yanuar.

Ia menambahkan, seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan dan perbaikan pembangkit.

“Perbaikan terus kami lakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Insya Allah pada minggu kedua Agustus kondisi sudah normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir, kecuali terjadi gangguan yang sifatnya mendadak,” pungkasnya.

Penulis :El Muhammad

Tinggalkan Balasan