Dapur Gizi Sekumpul Beroperasi, CCTV Jadi Syarat

Banjar Update123 Dilihat

bakabar.com, BANJAR – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 resmi beroperasi di Jalan Sekumpul Ujung Gang Hijrah Jaya, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Martapura, Senin (1/6/2026). Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi.

Dalam sambutannya, Habib Idrus menegaskan pengoperasian dapur gizi harus diiringi dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat. Ia meminta seluruh pengelola memastikan higienitas mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian makanan.

“Pengawasan harus ketat, mulai dari bahan masuk sampai makanan disajikan. Semua harus sesuai standar, termasuk kebersihan petugas,” ujarnya.

Salah satu syarat yang ditekankan pemerintah daerah adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area produksi dapur. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan program gizi.

“Transparansi adalah kunci kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Akses ke area produksi juga akan dibatasi hanya untuk pengawas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan, serta perwakilan komite orang tua siswa.

Habib Idrus juga meminta pengelola SPPG Sekumpul 005 memperkuat koordinasi dengan puskesmas terdekat agar penanganan keluhan pasca konsumsi makanan dapat dilakukan lebih cepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan ragu melakukan evaluasi hingga penghentian sementara jika terjadi insiden serius.

“Kalau ada kejadian keracunan atau kelalaian berat, program bisa dievaluasi bahkan dihentikan sementara. Ini demi keselamatan anak-anak,” katanya.

Selain aspek pengawasan, ia juga meminta pengelola bersama Yayasan Albasia Graha menyiapkan rencana keberlanjutan program, termasuk pemanfaatan bahan baku lokal, pelatihan rutin petugas, serta pengawasan kesehatan berkala.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea menyebutkan, dengan beroperasinya dapur tersebut, jumlah SPPG aktif di Kabupaten Banjar kini mencapai 39 unit di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, keberadaan SPPG Sekumpul 005 diharapkan tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi dan penurunan stunting, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan bahan baku daerah.

Berdasarkan peninjauan awal, fasilitas dapur tersebut disebut telah memenuhi standar kebersihan serta dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pemerintah daerah juga akan memastikan ketersediaan tenaga ahli gizi agar layanan berjalan optimal dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan